Konstruksi Media – Dosen Teknik Sipil Universitas Abulyatama, Dr. Cut Rahmawati ST MT IPM berhasil memanfaatkan limbah kaca dengan “menyulapnya” menjadi produk konstruksi seperti butiran seukuran pasir. Dia mengharapkan upaya ini dapat mengurangi limbah atau pecahan kaca di lingkungan masyarakat.
“Dengan metode penghancuran menjadi butiran-butiran seukuran pasir. Limbah kaca ini bisa dijadikan pengganti sebagian pasir pada berbagai produk konstruksi,” kata Dr. Cut Rahmawati dikutip dari aceh.tribunnews.com, di Jakarta, Rabu (23/8/2023).
Baca juga: Dua Dosen Teknik Sipil Untag Semarang Raih Sertifikat Kompetensi Insinyur Profesional
Menurut dia, kaca mengandung silika sekitar 50-60 % . Sementara, bagian besar bahan bangunan yang digunakan untuk membuat beton juga memerlukan silika sebagai bahan pengikat dalam produk berbasis semen.
Maka itu, dosen dari Fakultas Teknik Universitas Abulyatama mencoba mengolah limbah kaca yang dilakukan oleh Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik pada Tahun 2023 yang mendapatkan hibah dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi melalui skema pemberdayaan kemitraan masyarakat.
Mitra pada hibah ini adalah CV Gua Hira Indah yang memproduksi paving block, roster, lubang angin, cincin sumur, dan produk sejenis lainnya.
Baca juga: Dosen ITB Hasilkan Produk Jadi Dari Limbah Kotoran Sapi
Tim yang diketuai Dr. Cut Rahmawati ST MT IPM kemudian melakukan sosialisasi kepada mitra terkait manfaat limbah kaca sebagai pengganti sebagian pasir dan memberikan pelatihan cara melakukan pencampuran. Kegiatan ini berlangsung 23 Juli-15 Agustus 2023.
Dalam praktiknya, limbah kaca diaplikasikan sebagai pengganti sebagian pasir pada produk kastin/kerb jalan. Kastin merupakan elemen bangunan yang terbuat dari beton, berfungsi sebagai pembatas jalan dan saluran. Kastin juga dapat meningkatkan nilai estetika jalan dan trotoar. Setelah diuji, produk limbah kaca ini mampu mengurangi penggunaan pasir alam.
Baca artikel lainnya: