Event

Dorong Penjualan, Agung Podomoro Land Gelar Festival Investasi Properti

APLN berhasil membukukan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp 2,20 triliun atau tumbuh 5,23% secara year on year (YoY).

Konstruksi Media – PT Agung Podomoro Land Tbk atau APLN menggelar Festival Investasi Properti di Central Park Jakarta selama periode 6-18 September 2022. Festival ini menyambut sektor properti yang semakin mengalami pemulihan.

Pada semester I 2022, APLN berhasil membukukan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp 2,20 triliun atau tumbuh 5,23% secara year on year (YoY). Perseroan juga telah membukukan pengakuan penjualan sebesar Rp1,55 triliun pada paruh pertama tahun ini, naik 48 % dari Rp1,05 triliun pada periode sama sebelumnya.

Marketing Director PT Agung Podomoro Land Tbk, Agung Wirajaya mengatakan, pihaknya berharap daya beli masyarakat terhadap properti semakin meningkat sehingga sektor properti juga dapat pulih menjadi lebih kuat.

“Kami berkomitmen untuk menpercepat progres pembangunan proyek properti kami di berbagai wilayah di Indonesia,” kata Agung melalui keterangan tertulis, Jumat (10/9/2022).

Menurut dia, proyek properti Agung Podomoro di berbagai daerah, seperti Podomoro City Deli Medan dan Podomoro Park Bandung mencatat nilai pengakuan penjualan terbesar. Selain itu, APLN juga menggarap proyek Kota Podomoro Tenjo yang dibangun saat pandemi dan telah terjual 4.200 unit dalam waktu 2 tahun setelah diluncurkan.

Kemudian, mengembangkan rumah tapak melalui Bukit Podomoro Jakarta, menggarap Podomoro Golf View, Pakubuwono Spring, Podomoro Golf view, dan Grand Taruma Karawang.

Ia mengatakan, pemulihan industri properti membutuhkan kolaborasi dari seluruh pihak mulai dari pengembang, pelaku industri, konsumen, dan pemerintah. Di tengah situasi ekonomi yang dinamis, kata dia, industri properti mesti didorong untuk pulih lebih cepat agar daya beli masyarakat bangkit lebih kuat.

Baca juga: Hore! Rusun ASN di Balikpapan Siap Huni

“Insentif pemerintah yang memberikan relaksasi juga patut diapresiasi dan didukung terus, kami melihat bahwa program ini berdampak sangat luar biasa bagi masyarakat dan pelaku industri properti,” ucapnya.

Seiring dengan memulihnya kondisi ekonomi dan aktivitas masyarakat, sektor properti di Indonesia menunjukkan tren positif. Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) yang dilakukan Bank Indonesia (BI) dengan sampel pengembang-pengembang di 18 kota mencatat, Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) triwulan 1-2022 tumbuh 1,87% YoY.

Presiden Direktur PT Era Indonesia Darmadi Darmawangsa mengatakan, relaksasi dari pemerintah dengan memberikan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DPT) untuk pembelian properti turut menciptakan sentimen yang sangat positif di pasar properti.

“Situasi ekonomi ke depan diperkirakan akan lebih dinamis dan menantang, mengingat terjadinya kenaikan harga seperti bahan bakar minyak (BBM) yang diperkirakan akan berdampak kenaikan inflasi sampai angka 6,6-6,8%. Namun, justru orang-orang yang menginvestasikan uangnya untuk membeli properti akan lebih untung,” jelasnya.

Ia mengatakan, tekanan inflasi akan melemahkan daya beli, namun justru di posisi inilah potensi investasi properti bersinar. Menurut Darmadi, daya tahan industri properti yang telah teruji waktu membuktikan bahwa investasi di sektor ini paling menjanjikan.

“Properti justru menjadi aset investasi yang anti-inflasi, yang menjaga dana atau aset lebih aman bahkan terus mengalami pertambahan nilai,” ucapnya.

Baca artikel selanjutnya:

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp