DKI Jakarta Gandeng ITPLN Percepat Pengembangan Energi Baru Terbarukan
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendorong percepatan pemanfaatan EBT.
Konstruksi Media – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendorong percepatan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT), konservasi energi, dan penguatan sistem ketenagalistrikan sesuai amanat Perda No. 5 Tahun 2023 tentang Rencana Umum Energi Daerah (RUED). Upaya ini turut diperkuat lewat kolaborasi Pemerintah Kota Jakarta Barat dengan Institut Teknologi PLN (ITPLN).
Wakil Rektor I ITPLN, Prof. Syamsir Abduh, menegaskan bahwa Jakarta memiliki tanggung jawab strategis sebagai role model nasional dalam implementasi kebijakan energi bersih.
“DKI Jakarta sebagai pusat ibu kota dan pusat bisnis harus menjadi contoh bagi daerah lain dalam menerapkan kebijakan energi nasional, khususnya pengembangan energi baru terbarukan dan keberlanjutan lingkungan,” ujar Syamsir di Kampus ITPLN pada pekan lalu.
Baca Juga:
Membangun Harapan di Atas Reruntuhan : Peran Heroik Industri Konstruksi Pascabencana Sumatera
Menurutnya, tantangan energi Jakarta semakin kompleks, mulai dari lonjakan kebutuhan listrik, ketahanan sistem kelistrikan, hingga peningkatan emisi di sektor transportasi, gedung, dan industri. Karena itu, percepatan pemanfaatan EBT dan efisiensi energi menjadi kebutuhan mendesak.
Syamsir menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mendorong keberhasilan transisi energi.
“Persoalan energi tidak bisa diselesaikan satu bidang saja. Kita harus bahu-membahu, berbagi pengetahuan, teknologi, dan pengalaman,” ujarnya.
ITPLN Siap Perkuat Implementasi EBT

Dalam audiensi tersebut, Syamsir juga memaparkan kapasitas ITPLN sebagai perguruan tinggi yang fokus pada sektor energi. Saat ini ITPLN memiliki 19 program studi, empat fakultas, dua direktorat, program pascasarjana, serta program profesi, yang dinilai sangat relevan untuk mendukung percepatan transisi energi di Jakarta.
“Karena kami berada di Jakarta Barat, sudah semestinya kolaborasi ini diperkuat. Kunjungan ini menjadi langkah awal untuk menjajaki kerja sama yang lebih konkret,” katanya.
Baca Juga:
WEGE Raih Kontrak Proyek Gedung DPR II di IKN Senilai Rp1,96 Triliun
Edukasi Keselamatan Listrik Jadi Sorotan

Selain pengembangan EBT, pertemuan juga menyoroti pentingnya edukasi keselamatan ketenagalistrikan. Syamsir menilai kesadaran masyarakat terhadap standar keamanan listrik masih rendah sehingga memicu banyak kasus kebakaran.
Ia mencontohkan penggunaan stop kontak melebihi kapasitas daya sebagai salah satu penyebab yang sering terjadi.
“Satu stop kontak dipakai untuk kulkas, pompa air, dan peralatan lain. Akhirnya panas dan terbakar. Ini hal sederhana, tapi dampaknya besar jika tidak dipahami,” ujarnya.
Karena itu, ITPLN mendorong penguatan program pengabdian kepada masyarakat (PKM) sebagai upaya edukasi energi untuk mencegah risiko kebakaran.
Melalui kolaborasi ini, Pemprov DKI berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama mengenai arah kebijakan energi, peluang implementasi EBT, serta upaya peningkatan efisiensi energi di berbagai sektor. Jakarta ditargetkan menjadi kota yang lebih hijau, cerdas, dan berkelanjutan.




