DaratInfrastrukturNewsTRANSPORTATION

Ditjen Intram Tinjau Kota Jababeka, Perkuat Integrasi Transportasi dan Efisiensi Industri

Kunjungan Ditjen Intram fokus pada implementasi TOD dan konektivitas antarmoda untuk mendukung pertumbuhan industri dan mobilitas di Cikarang Raya.

Konstruksi Media – Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda (Ditjen Intram) melakukan kunjungan lapangan pada 21 November 2025 untuk meninjau pengembangan Kota Jababeka.

Kunjungan tersebut juga menegaskan rencana integrasi transportasi berbasis Transit Oriented Development (TOD).

“‎Kami mengapresiasi pengembangan kawasan Jababeka dan berbagai inisiatif yang telah dilakukan untuk memperkuat aksesibilitas layanan transportasi publik,” ujar Direktur Jenderal Ditjen Intram, Risal Wasal.

Baca Juga:

Jelang Nataru 2026, Pemerintah Pastikan Jalan Tol & Nasional Siap Dilalui

“Informasi terkait pola perjalanan masyarakat dan rencana integrasi kawasan menjadi masukan penting bagi kami dalam pemetaan kebutuhan mobilitas di Cikarang Raya.”

Kota Jababeka Penggerak Ekonomi dan Investasi Nasional

Kota Jababeka
Kota Jababeka jadi penggerak ekonomi nasional. Dok.ist

Kota Jababeka, dengan dukungan lebih dari 2.000 perusahaan nasional dan multinasional, menjadi motor penggerak ekonomi dan investasi nasional. Pertumbuhan populasi dan industri menuntut sistem transportasi yang efisien.

Kajian akademis mencatat 770 ribu perjalanan harian di Cikarang Raya, dengan 46% berasal dari atau menuju Jababeka, menegaskan urgensi integrasi moda transportasi.

“Penerapan konsep TOD di Kota Jababeka merupakan langkah strategis membangun kota masa depan,” kata Ivonne Anggraini, Presiden Direktur PT Graha Buana Cikarang.

Selain itu, lanjut Ivonne, perusahaannya juga berkomitmen menciptakan ekosistem perkotaan yang terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan.

Kota Jababeka Memiliki Sejumlah Moda Transportasi Publik

Kota Jababeka Moda Transportasi
Kota Jababeka memiliki sejumlah moda transportasi. Dok.ist

Saat ini, Kota Jababeka didukung berbagai moda transportasi publik, termasuk AO Shuttle, DAMRI, Primajasa, feeder Swatantra S01, KRL Cikarang, dan BISKITA yang terkoneksi LRT.

Baca Juga:

DKI Jakarta Gandeng ITPLN Percepat Pengembangan Energi Baru Terbarukan

Proyek MRT Fase III Cikarang–Balaraja dan pengembangan Commuter Line Cikarang–Cikampek memperkuat mobilitas regional, sekaligus mendukung efisiensi logistik dan operasional industri.

“Peningkatan infrastruktur dan transportasi membuat Jababeka efisien, layak huni, dan modern. Upaya ini memperkuat kepercayaan investor sekaligus menambah nilai bagi penghuni,” tutup Ivonne.

 

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan