MaterialNews

Dirut Krakatau Steel: PSN Momentum Perkuat Daya Saing Baja Nasional

PSN Jadi Faktor Pertumbuhan Industri Baja Nasional.

Konstruksi Media – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (IDX: KRAS) menyatakan kesiapan penuh untuk menjadi tulang punggung pemenuhan kebutuhan baja nasional seiring bergulirnya Proyek Strategis Nasional (PSN) periode 2025–2029. Implementasi PSN dinilai sebagai momentum krusial untuk memperkuat daya saing sekaligus menekan ketergantungan pada baja impor.

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Akbar Djohan, menegaskan bahwa lonjakan permintaan baja yang dipicu oleh PSN harus dijawab dengan penguatan kapasitas produksi dalam negeri. Hal ini krusial untuk memastikan kedaulatan industri tetap terjaga di tengah akselerasi pembangunan infrastruktur.

Baca Juga:

Pengamat: RI Perlu Belajar dari Korea Selatan soal Proteksi Industri Baja

“PSN 2025–2029 merupakan momentum untuk memperkuat daya saing industri baja Indonesia dan memastikan kedaulatan industri dalam negeri. Kami siap bertransformasi dan memperluas kapasitas agar Indonesia tidak lagi bergantung pada baja impor,” ujar Akbar Djohan dalam keterangannya pada pekan ini.

Katalis Pertumbuhan Ekonomi

Sebagai Chairman Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA), Akbar memandang PSN bukan sekadar proyek fisik, melainkan pembuka struktur permintaan baru yang sangat besar. Berdasarkan proyeksi pasar, konsumsi baja nasional diperkirakan menembus 19,6 juta ton pada 2025 dan diprediksi akan terus meroket hingga 32 juta ton pada 2029.

Kebutuhan baja terbesar diproyeksikan datang dari pembangunan kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang mencapai 12,4 juta ton, disusul proyek konektivitas seperti jalan tol, pelabuhan, dan bandara sebesar 8,9 juta ton.

Baca Juga:

Pengamat Industri: Membaca Dampak CBAM terhadap Industri Baja Nasional

Target Konsumsi 100 Juta Ton

Pengamat Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji, menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur publik yang terhubung dengan kawasan industri akan menciptakan efek pengganda (multiplier effect). Dalam kajiannya, ia memproyeksikan konsumsi baja Indonesia berpotensi menembus angka fantastis 100 juta ton per tahun pada periode 2040-2045.

Menanggapi visi tersebut, Akbar Djohan memastikan Krakatau Steel Group akan terus melakukan efisiensi dan peningkatan standar kualitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan hilirisasi dan ekspansi sektor manufaktur.

“Kami memastikan kebutuhan baja untuk PSN, hilirisasi, dan kawasan industri dapat dipenuhi melalui kemampuan produksi yang terintegrasi. Ini adalah pondasi kuat menuju kedaulatan ekonomi dan ketahanan nasional jangka panjang,” pungkas Akbar.

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan