INFOKawasanNews

Dikunjungi Dewan Pertahanan Nasional: KEK Tanjung Sauh Diproyeksikan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional 8 Persen

Rombongan DPN dipimpin oleh Deputi Geostrategi Mayjen TNI Ari Yulianto, didampingi Deputi Geoekonomi Dr. Yayat Ruhyat, serta sejumlah Tenaga Ahli Utama, Madya, dan Muda.

Konstruksi Media – Dewan Pertahanan Nasional (DPN) melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kepulauan Riau guna memastikan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen dapat tercapai secara optimal, khususnya melalui pengembangan kawasan strategis di wilayah perbatasan.

DPN merupakan lembaga negara nonstruktural yang diketuai langsung oleh Presiden Republik Indonesia Jenderal (Purn) Prabowo Subianto, dengan Ketua Harian Jenderal Syafrie Syamsudin. Kunjungan kerja tersebut dilaksanakan atas arahan pimpinan untuk mengkaji potensi geoekonomi dan geostrategi di Kepulauan Riau.

Rombongan DPN dipimpin oleh Deputi Geostrategi Mayjen TNI Ari Yulianto, didampingi Deputi Geoekonomi Dr. Yayat Ruhyat, serta sejumlah Tenaga Ahli Utama, Madya, dan Muda.

Tenaga Ahli Madya DPN, Laksamana Pertama (Laksma) TNI Ashari Alamsyah, CHRMP, mengatakan bahwa dalam kunjungan tersebut DPN melakukan serangkaian pertemuan dan peninjauan lapangan terhadap objek-objek strategis yang berkontribusi langsung terhadap perekonomian nasional.

Beberapa lokasi yang dikunjungi antara lain PT Taman Resor Internet, Nongsa Park, dan Kantor Landing Point Indosat Batam yang berkaitan dengan infrastruktur kabel serat optik (FO). Selain itu, DPN juga meninjau PLTGU Tanjung Ucang, PLN Unit Distribusi III Tanjung Pinang, Kawasan Industri Bintan Inti, Tanjung Uban, KEK Galang Batang Bintan, serta KEK Tanjung Sauh di Batam.

KEK Tanjung Sauh
DPN mengunjungi lokasi akan dijadikan KEK Tanjung Sauh. (Foto: Ist)

“Seluruh spot yang dikunjungi memiliki dampak strategis terhadap peningkatan perekonomian nasional,” ujar Ashari kepada wartawan, Selasa (27 Januari 2026).

Ia menjelaskan, pertemuan dengan BP Batam difokuskan pada pengenalan tugas dan wewenang DPN sebagai lembaga negara yang memiliki mandat menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, serta keselamatan bangsa.

“Kunjungan kerja ini diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai permasalahan yang dihadapi pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan pendapatan negara dari sektor perekonomian,” jelasnya.

Baca juga: Masa Depan Batam: Teknologi Hijau dan Material Inovatif Siap Perkuat Infrastruktur

Ashari menambahkan, BP Batam optimistis pertumbuhan ekonomi Batam dan Kepulauan Riau akan terus meningkat, serta menegaskan komitmennya dalam mendukung para pelaku usaha guna mendorong investasi dan penciptaan nilai tambah ekonomi.

Terkait pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh, Ashari menegaskan bahwa keberhasilannya sangat bergantung pada komitmen Pemerintah Kota Batam selaku Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (BPKPBP) Batam.

“Fungsi kami adalah mengumpulkan data dan mengidentifikasi permasalahan. Jika ditemukan kendala, maka akan kami komunikasikan dan orkestrasi bersama di tingkat pusat untuk mencari solusi,” tegasnya.

KEK Tanjung Sauh
DPN mengunjungi lokasi akan dijadikan KEK Tanjung Sauh. (Foto: Ist)

Sementara itu, pengusaha Batam Johannes Kennedy menilai kunjungan DPN memberikan sinyal positif dan rasa aman bagi investor, khususnya terhadap pengembangan KEK Tanjung Sauh yang berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka.

“Kunjungan DPN ini memberikan kepercayaan besar bagi investor bahwa KEK Tanjung Sauh merupakan aset strategis negara yang dikawal langsung dari sisi kebijakan, keamanan, dan kepastian investasi,” ujarnya.

Menurut Johannes, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pengelola kawasan menjadi kunci utama dalam memenangkan persaingan investasi global.

Ia menambahkan, keunggulan KEK Tanjung Sauh tidak hanya terletak pada lokasi strategis di jalur pelayaran dunia, tetapi juga pada kesiapan kawasan dan kepastian regulasi.

“Kami mengembangkan KEK Tanjung Sauh dengan orientasi jangka panjang, mengintegrasikan pelabuhan internasional, industri energi, serta manufaktur modern. Dengan dukungan kebijakan yang konsisten, kawasan ini akan menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi Batam dan Kepulauan Riau,” pungkasnya. (***)

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan