Delegasi Indonesia Paparkan ARGI di India–Indonesia Smart Grid Forum, ISUW 2026
Konstruksi Media — Delegasi Indonesia yang yang berasal dari Pemrakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI) bersama Delegasi Masyarakat Telekomunikasi (MASTEL) dan Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia menghadiri India Smart Utility Week (ISUW) 2026 di Hotel Lalit, New Delhi, India yang berlangsung dari Tanggal 10 hingga 14 Maret 2026.
Delegasi Indonesia terdiri dari Perwakilan berbagai organisasi, Bagus Setyawan dan Lena Lusiana mewakili PJCI, Teguh Prasetya mewakili MASTEL dan Habibie Razak mewakili MKI.
Hari pertama, delegasi Indonesia menghadiri sesi pelatihan singkat “Agentic AI untuk bisnis utilitas dan energi (cara membangun dan menerapkan Agen AI)” dan Workshop Koordinasi Standardisasi Energi Cerdas IEC – IEEE – BIS ke-10.
Kegiatan hari ketiga menghadirkan beberapa sesi penting antara lain: Rise of Flexumers” and Digital Tools for DER Management and Grid Integration, Smart Metering and Smart Meter Data Analytic, Digitalization Roadmaps for Utilities and Role of Small Modular Reactors (SMR) in the Net Zero Power Systems (in Partnership with BSCE Systems), Emerging Solutions for Power System Flexibility seperti Smart Microgrids, Grid Interactive Buildings, Distributed Energy Storage Systems dan Demand Response (DR) dan Data Governance Framework and Data Management in Utilities.

Sesi Rise of Flexumers juga menghadirkan perwakilan Indonesia pada presentase and panel discussion, Bapak Bagus Setyawan menghadirkan judul: Rise of Flexumers and Digital Tools for DER Management and Grid Integration Indonesia Perspective.
Perwakilan Indonesia
Bagus perwakilan Pemrakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI) memaparkan bahwa berbeda dengan Indonesia, Indonesia adalah negara kepulauan di mana power system tidak terkoneksi sebagai satu kesatuan.
Regional Jawa-Bali-Madura menggunakan koneksi yang besar dan kompleks sedangkan pulau-pulau kecil bisa menggunakan microgrid system.

Potensi berkembangnya konsep Flexumer di Indonesia didrive oleh 3 aspek yang pertama adalah the increase of rooftop solar adoption, kedua electric vehicle ecosystem growth, dan yang ketiga adalah vehicle-to-grid.
Bagus juga memberikan update terkait progress ASEAN Power Grid. ASEAN telah lama membahas ASEAN Power Grid, yang bertujuan untuk memperkuat interkoneksi listrik lintas batas. Secara tradisional, interkoneksi ini terutama dipandang sebagai cara untuk memperdagangkan listrik antar negara.
Namun, di masa depan, interkoneksi ini dapat mendukung sesuatu yang bahkan lebih berharga: pasar fleksibilitas regional.
Hari keempat juga menghadirkan beberapa sesi antara lain AI-ML-VR and Robotics Application for Utilities, Electric Vehicles – A $200 Billion Opportunity in India to be Unlocked, Electrification of Agricultural Sector – Electric Tractors and Solarized Irrigation Pumps, Power Markets and Carbon Markets, Resiliency of the Power System Against Extreme Weather Events, Future of Work: Working with Digital Colleagues and Humanoid Robots dan sesi utama yakni sesi India – Indonesia Smart Grid Forum.
Di sesi Indonesia Smart Grid Forum, masing-masing perwakilan dari kedua negara diberikan kesempatan untuk menyampaikan update terkait perkembangan smart grid dan perkembangan bisnis Ketenagalistrikan di Indonesia dengan mengangkat berbagai isu antara lain ArGi – Archipelagic Grid Initiative, Indonesia’s deployment framework for island power systems dengan prinsip: distributed architecture, hybrid renewable microgrids, staged system evolution dan sandbox-based learning.
Diskusi melebar hingga perkembangan terkait cofiring program untuk PLTU dicofiring dengan biomass, Waste to Energy development, perkembangan smart meter, 5G deployment hingga perkembangan program ASEAN Grid.
Baca Juga :




