Dapat Arahan Prabowo, Menteri Dody Fokus Benahi 4 Jalur Kritis untuk Pemulihan Aceh
Menteri PU Dody Hanggodo mendapatkan arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk segera memulihkan Aceh.
Konstruksi Media – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan komitmen penuh pemerintah untuk mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana banjir bandang di Aceh.
Penegasan ini disampaikan saat Menteri Dody mendampingi Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung kondisi pengungsi di Aceh Tamiang, Jumat (12/12).
Prioritas utama Kementerian PU adalah memulihkan konektivitas yang terputus di sejumlah jalur strategis, terutama di Lintas Aceh.
“Atas arahan Bapak Presiden, seluruh sumber daya Kementerian PU bergerak maksimal untuk memastikan akses darat dapat segera pulih. Kami terus bekerja karena ini menyangkut mobilitas warga, distribusi bantuan, dan aktivitas pemulihan di lapangan,” kata Menteri Dody.
Baca Juga:
Bersama Mualem, AHY Kawal Penyaluran Bantuan Bencana Alam di Aceh
Lintas Tengah dan Utara Aceh Jadi Fokus

Kementerian PU melalui BPJN Aceh menetapkan target ambisius untuk memfungsikan kembali jalur-jalur kritis:
- Lintas Bireuen–Aceh Utara: Jembatan Krueng Tingkeum yang putus sedang dipasangi jembatan bailey. Target pengoperasian sementara adalah 14 Desember 2025, dengan penyelesaian total pada 20 Desember 2025.
- Lintas Bireuen–Bener Meriah: Jembatan Teupin Mane ditargetkan fungsional pada 15 Desember 2025 setelah pemasangan bailey oprit selesai.
- Lintas Bireuen–Aceh Tengah: Koridor ini masih terhambat oleh putusnya enam jembatan, dengan target pemulihan penuh koridor pada 30 Desember 2025, setelah Jembatan Teupin Mane dapat dilalui.
- Jalur Blangkejeren–Aceh Tenggara: Penimbunan badan jalan amblas di dua titik ditargetkan pulih pada 28 Desember 2025.
Tantangan terbesar kini berada di Lintas Tengah Aceh menuju Takengon, di mana terdapat 13 jembatan putus di seluruh akses, memerlukan fokus penanganan intensif dari Kementerian PU.
Akses yang Sudah Dibuka dan Bantuan Dasar

Sejumlah ruas strategis dilaporkan sudah kembali fungsional, mempermudah distribusi bantuan. Ruas Banda Aceh–Meureudu dan Meureudu–Bireuen telah terhubung sejak 12 Desember 2025.
Akses dari Lhokseumawe, Langsa, hingga perbatasan Sumatera Utara juga sudah fungsional.
Baca Juga:
HK Perkuat Akses dan Hunian Sementara Korban Banjir Sumut-Aceh-Sumbar
Selain pemulihan fisik, Direktorat Jenderal Cipta Karya memperkuat layanan dasar di pengungsian Aceh Tamiang dengan mengerahkan 30 personel, 3 mobil tangki air, 10 hidran umum, dan 6 toilet portabel, serta berbagai sarana pendukung lain.
Pengerahan sarana dasar juga dilakukan di Pidie, Bireuen, Pidie Jaya, Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Aceh Timur, untuk memastikan kebutuhan air bersih dan sanitasi terpenuhi.




