EBTEnergiHeadlineNews

Danantara Terima 21 Proposal WtE, 4 Emiten BEI Terlibat dalam Tender 4 Kota

Hanya 9 perusahaan asal Cina ajukan tender, dengan 4 emiten BEI terlibat sebagai mitra lokal

Konstruksi Media – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mengungkapkan telah menerima 21 proposal proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste to Energy (WtE) untuk tahap pertama. Proyek awal ini akan digelar di empat kota, yakni Denpasar, Bekasi, Bogor, dan Yogyakarta.

Direktur Investasi Danantara Investment Management, Fadli Rahman, menyebutkan bahwa dari 24 perusahaan yang sebelumnya dinyatakan lolos seleksi awal, hanya 9 perusahaan yang mengajukan proposal. Total proposal yang masuk mencapai 21 dokumen untuk empat lokasi tersebut.

“Dari 24 perusahaan itu kita terima 21 proposal di 4 lokasi. Jadi tidak semua ikut,” ujar Fadli dalam diskusi di kantor Danantara, Kamis (28/2).

Didominasi Perusahaan Asal China

Dari sembilan perusahaan yang mengajukan proposal, seluruhnya berasal dari China. Sebelumnya, Danantara telah menetapkan 24 perusahaan yang layak mengikuti tender, terdiri dari 20 perusahaan asal Cina, 3 dari Jepang, dan 1 dari Prancis.

Menurut Fadli, perusahaan asal China dinilai lebih siap dari sisi pengalaman dan standar teknologi WtE, sehingga mampu mengajukan proposal dalam waktu singkat.

“Karena ini butuh yang cepat. Perusahaan Jepang dan Prancis tidak bisa menyiapkan proposal dalam waktu yang cepat,” jelasnya.

Teknologi Jadi Penilaian Utama

Dalam proses tender WtE ini, Danantara menetapkan sejumlah kriteria utama, antara lain:

  • Latar belakang dan pengalaman perusahaan
  • Kemampuan teknis dan kualitas desain
  • Peralatan (equipment) dan operasional
  • Kualitas pembangunan proyek
  • Analisis dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi
  • Kemampuan finansial
  • Keterlibatan mitra lokal

Baca juga: 8 Perusahaan yang Lolos Tender Proyek Waste to Energy Danantara, Ini Daftarnya!

Fadli menegaskan bahwa bobot penilaian terbesar terletak pada aspek teknologi WtE, baik dari sisi desain maupun eksekusi. Hal ini karena Indonesia dinilai belum memiliki teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik yang memadai.

4 Emiten BEI Terlibat sebagai Mitra Lokal

Dari sisi mitra lokal, Fadli mengungkapkan terdapat empat perusahaan terbuka yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang terlibat dalam proyek WtE tahap pertama.

Beberapa nama emiten yang disebut di pasar antara lain:

  • PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ)
  • PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI)
  • PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA)
  • PT Multi Hanna Kreasindo Tbk (MHKI)

Namun, Fadli enggan mengonfirmasi secara spesifik perusahaan mana saja yang akan resmi menjadi mitra. Ia menegaskan pengumuman pemenang tender akan dilakukan secara terbuka pada waktunya.

Mitra lokal dinilai penting untuk mendukung aspek perizinan, sosialisasi kepada masyarakat, serta pemahaman budaya setempat. Meski demikian, mitra lokal tidak harus memiliki pengalaman langsung di bidang pengolahan sampah. Perusahaan dengan latar belakang instalasi termal, termasuk sektor batu bara, dinilai tetap relevan.

Investasi Capai US$600 Juta untuk 4 Kota

Untuk tahap pertama, kebutuhan investasi proyek WtE diperkirakan mencapai US$150–170 juta per lokasi. Skema pembiayaan terdiri dari 70% pendanaan eksternal melalui Foreign Direct Investment (FDI) dan 30% ekuitas Danantara.

Dengan empat kota pada tahap awal, total kebutuhan investasi sedikitnya mencapai US$600 juta.

Secara keseluruhan, Danantara menargetkan pembangunan proyek WtE di 33 lokasi di Indonesia. Setelah empat kota pertama, lelang tahap berikutnya direncanakan digelar di sembilan kota pada April 2025 atau setelah Lebaran 2026.

Proyek WtE ini diharapkan menjadi solusi strategis dalam pengelolaan sampah nasional sekaligus mendukung transisi energi melalui pemanfaatan sampah menjadi sumber listrik yang lebih berkelanjutan. (***)

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan