Cuaca Ekstrem Ancam Jalur KA Warisan Dunia, Teknologi 3D Dukung Pemulihan Struktur
PT Datascrip menghadirkan FARO Focus 3D Laser Scanner untuk perbaikan struktur.
Konstruksi Media – Cuaca ekstrem dan banjir bandang yang melanda Sumatera Barat sejak akhir 2025 berdampak pada kondisi Jalur Kereta Api Batu Bara Teluk Bayur–Sawahlunto. Infrastruktur perkeretaapian bersejarah tersebut tercatat mengalami penurunan kondisi struktur di sejumlah titik.
Jalur sepanjang sekitar 155 kilometer itu melintasi kawasan perbukitan terjal dan terowongan. Kondisi geografis tersebut membuat lintasan rentan terhadap luapan air dan pergerakan tanah.
Dalam penanganan pascabencana, penilaian kondisi struktur menjadi tahap krusial. Data teknis yang presisi dibutuhkan sebagai dasar perencanaan rehabilitasi dan restorasi.
Dokumentasi digital berbasis pemindaian tiga dimensi dinilai mampu menjawab kebutuhan tersebut. Teknologi ini memungkinkan pencatatan kondisi eksisting bangunan dan infrastruktur secara detail.
Baca Juga:
PP Muhammadiyah Percayakan UMS Jadi Pengembangan Infrastruktur Informasi Geospasial
PT Datascrip Hadirkan FARO Focus 3D Laser Scanner
PT Datascrip menghadirkan FARO Focus 3D Laser Scanner untuk mendukung proses tersebut. Perangkat ini mampu merekam kondisi struktur secara cepat dan akurat.
FARO Focus 3D menangkap jutaan titik data per detik. Tingkat akurasinya mencapai 1–2 milimeter. Perangkat ini tersedia dalam beberapa varian jarak pemindaian hingga 400 meter.
Teknologi tersebut telah digunakan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah III Sumatera Barat. Pemindaian dilakukan pada Jalur Kereta Api Batu Bara Teluk Bayur–Sawahlunto pascabencana banjir bandang.
PT Datascrip memberikan dukungan teknis dan operasional selama proses berlangsung. Data hasil pemindaian digunakan sebagai dasar penyusunan rencana revitalisasi dan restorasi.
“FARO Focus 3D memungkinkan untuk mengetahui kondisi situs bersejarah cara nyata, sehingga proses restorasi dapat dirancang lebih terukur dan nilai sejarahnya tetap lestari,” ujar Arief Santoso Setiawan, Marketing Executive PT Datascrip dalam keterangan resmi yang diterima Konstruksi Media, Kamis (29/1).
Sebelumnya, teknologi FARO juga digunakan untuk dokumentasi aset cagar budaya di Jawa Tengah. Di antaranya Candi Prambanan dan Candi Sewu.
Pemanfaatan teknologi pemindaian presisi ini diharapkan memperkuat kesiapan sektor konstruksi. Terutama dalam menghadapi risiko bencana dan perubahan iklim.




