Konstruksi Media – Institut Teknologi PLN (ITPLN) terus memperkuat ekosistem inovasi mahasiswa melalui ajang Robodrive Motion Clash, Rabu (7/1).
Kegiatan yang memadukan workshop dan turnamen robot beroda berbasis kendali WiFi ini menjadi ajang penjaringan talenta robotika sebelum melangkah ke kompetisi tingkat nasional dan regional.
Sebanyak 32 peserta yang tergabung dalam Intelligent Robotic Club ITPLN unjuk gigi dalam merancang sekaligus mengoperasikan wheelbot mereka.
Baca Juga:
ITPLN Lantik Prof. Susy Jadi Warek, Ini Misi Baru Kampus
Kompetisi ini ditekankan bukan sekadar ajang adu kecepatan, melainkan sarana penguasaan teknologi otomasi yang sangat dibutuhkan industri.
Membangun Budaya Problem Solving
Kepala Rektorat ITPLN, Purnomo, menegaskan bahwa kompetisi robotika adalah cara kampus membangun budaya inovasi dan kemampuan memecahkan masalah (problem solving). Menurutnya, robotika kini menjadi solusi vital bagi sektor energi dan manufaktur.
“Robot akan punya aplikasi luas, misalnya untuk perawatan panel surya atau jaringan listrik. Intinya bukan menang atau kalah, tapi bagaimana mahasiswa terbiasa dengan kompetensi problem solving. Itu yang dicari industri,” ujar Purnomo saat membuka acara.
Ia menambahkan, penguasaan industrial programming dan kecerdasan buatan (AI) merupakan harga mati bagi mahasiswa teknik agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman.

Transisi Menuju Era Robot Cerdas
Pembina Intelligent Robotic Club ITPLN, Meyhart Bangkit Sitorus, menjelaskan bahwa dunia robotika telah berevolusi jauh dari sekadar mekanik menuju fase AI dan Internet of Things (IoT).
Baca Juga:
Persiapkan Siswa Hadapi Industri, ITPLN Ajarkan Kelola Gudang Ramah Lingkungan di SMKN 1 Cileungsi
“Sekarang kita berada di era robot cerdas yang terhubung. Ke depan, kolaborasi manusia dan robot akan jadi hal biasa. Dunia kerja akan meninggalkan profesi yang tidak beradaptasi dengan otomasi,” tegas Meyhart.
Dalam rangkaian acara ini, para peserta mendapatkan materi teknis dari Meyhart Bangkit Sitorus dan Rangga Prasetya Adiwijaya sebelum langsung menguji robot hasil rakitan mereka di lintasan turnamen. Melalui kegiatan ini, ITPLN berharap lahirnya inovator muda yang siap menjadi pemain utama di industri robotika masa depan.




