Korporasi

Buktikan Komitmennya, PT Brantas Abipraya Cetak Skor GCG Tahun 2022 Sangat Baik

Jakarta, Konstruksi Media – Sebagai salah satu BUMN Konstruksi di Indonesia, PT Brantas Abipraya (Persero) terus berupaya berbenah diri supaya menjadi perusahaan yang lebih baik dari sebelumnya.

Salah satunya adalah dalam hal menciptakan tata kelola perusahaan yang baik dan benar atau Good Corporate Governance (GCG). Upaya itu bahkan menjadi komitmen sangat kuat di Brantas Abipraya.

Champion infrastruktur air di Indonesia ini bahkan mencetak skor GCG sangat baik di tahun 2022, yaitu 88,412 setelah dilakukan proses evaluasi panjang sejak 17 Februari 2022 hingga 27 Mei 2022.  

Skor GCG tahun 2022 tersebut diumumkan pihak manajemen Brantas Abipraya bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pada Exit Meeting GCG,  Selasa (31/5/2022).

“Evaluasi GCG selalu kita lakukan tiap tahunnya, ini merupakan upaya manajemen untuk menciptakan perusahaan yang profesional, bertatakelola yang baik dan benar,” kata Muhammad Toha Fauzi, Direktur Operasi I Brantas Abipraya, dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi konstruksimedia, Rabu (1/6/2022) malam.

Toha menambahkan bahwa hal ini dilakukan melalui 5 dasar, yaitu Transparency, Accountable, Responsible, Independent dan Fairness. Adapun landasan dalam penerapan GCG di Brantas Abipraya salah satunya adalah Peraturan Menteri BUMN No PER-01/MBU/2011 Tanggal 1 Agustus 2012 tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance) dan SK-16/S.MBU/2012 tanggal 06 Juni 2012 tentang Indikator/Parameter Penilaian dan Evaluasi atas Penerapan Tata kelola Perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Komitmen kuat perusahaan kontraktor ini dalam pelaksanaan GCG yakni bertujuan untuk pengukuran dan pengujian penerapan GCG pada PT Brantas Abipraya (persero) tahun buku 2021  untuk mengetahui Area of Improvement (AOI) atau tindak lanjut dan hasil assessment maupun self-assessment untuk memberikan rekomendasi dan dilakukannya perbaikan dalam parameter di setiap aspek.

“Kami sangat menyadari bahwa bahwa sangat perlu dilakukan evaluasi terhadap Perusahaan, dengan tujuan mengetahui kekurangan yang sifatnya harus diperbaiki,” ucap Toha dalam sambutannya.

Bila melihat kinerja Assesment GCG Brantas Abipraya dengan BPKP dari sebelumnya yaitu Realisasi Skor GCG Assessmen tahun 2019 sebesar 88,158; dan hasil skor 2021 yang lebih tinggi, Toha berharap dan optimistis untuk berikutnya Brantas Abipraya dapat kembali meningkatkan skor GCG-nya.

Dalam sambutannya, Toha juga menyampaikan bahwa untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan GCG, Brantas Abipraya berupaya melalui mendukung pengembangan infrastruktur internal melalui transformasi digital, guna mendorong transparasi dan akuntabilitas perusahaan.

Hal inipun disokong dengan pengembangan kualitas human capital, melalui akselerasi kompetensi Insan Abipraya di seluruh Unit Bisnis dan Unit Kerja, guna mendorong percepatan pencapaian GCG yang optimal.

“Kita harus terus optimistis dapat terus meningkatkan skor dengan selalu menyempurnakan tata kelola, karena tiap tahunnya Brantas Abipraya secara rutin melakukan pengukuran dan beberapa upaya, diantaranya pembaharuan 3 pedoman GCG – Board Manual; Code of Conduct; dan Code of Corporate Governance; melakukan review AOI,” tutup Toha.

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp