Bukan Aspal, Alasan Kemen PU Bangun IJD Payakumbuh-Sitangkai dengan Beton
Alasan teknis di balik penggunaan konstruksi beton pada proyek perbaikan ruas jalan IJD Payakumbuh–Sitangkai.
Konstruksi Media – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, mengungkapkan alasan teknis di balik penggunaan konstruksi beton (rigid pavement) pada proyek perbaikan ruas jalan Inpres Jalan Daerah (IJD) Payakumbuh–Sitangkai. Langkah ini diambil untuk memastikan infrastruktur jalan di Sumatera Barat tersebut memiliki daya tahan jangka panjang.
Dalam kunjungannya bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, dan Gubernur Sumbar, Mahyeldi, Rabu (28/1), Menteri Dody menjelaskan bahwa karakteristik lalu lintas di jalur tersebut sangat berat. Tingginya intensitas kendaraan logistik menjadi pertimbangan utama pemilihan material.
“IJD ini memang salah satu hasil dari instruksi langsung dari Pak Presiden Prabowo. Hampir 6 kilometer kita bangun dengan beton (rigid pavement), sisanya dibangun dengan aspal,” ujar Menteri Dody.
Baca Juga:
Lumpur Aceh Tamiang Masih Tebal, Menteri Dody Genjot Tim Kerja 24 Jam
Alasan Penggunaan Beton pada IJD Payakumbuh-Sitangkai

Menurut Dody, ruas Payakumbuh–Sitangkai merupakan jalur nadi bagi aktivitas pertambangan. Penggunaan aspal di titik-titik tertentu dinilai berisiko tinggi terhadap kerusakan cepat yang bisa menghambat mobilitas warga.
“Di sini banyak Galian C, kalau semuanya dibangun dengan aspal dikhawatirkan tidak bertahan lama dan terjadi lubang,” jelasnya.
Baca Juga:
Cuaca Ekstrem Ancam Jalur KA Warisan Dunia, Teknologi 3D Dukung Pemulihan Struktur
Perbaikan jalan ini merupakan implementasi dari Inpres Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah. Program besutan Presiden Prabowo Subianto ini bertujuan membantu pemerintah daerah yang memiliki keterbatasan anggaran untuk membenahi akses jalan strategis, terutama jalur pendukung swasembada pangan dan energi.
Hingga saat ini, Kementerian PU telah merampungkan penanganan sepanjang 2,9 kilometer. Dody menegaskan, sisa pengerjaan akan terus dikejar secara bertahap agar konektivitas di wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota hingga titik strategis lainnya di Sumatera Barat segera optimal.




