EnergiListrikNews

BRIN Sebut Smart Grid Kunci Utama Wujudkan Energi Aman dan Merata 2045

Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur BRIN Prof. Cuk Supriyadi Ali Nandar menyebut Smart Grid sebagai kunci modernisasi sistem kelistrikan untuk mengatasi tantangan 17.000 pulau dan kompleksitas EBT.

Konstruksi Media – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menekankan bahwa modernisasi sistem kelistrikan melalui implementasi Smart Grid adalah solusi kunci bagi Indonesia untuk mencapai sistem energi yang aman, mudah diakses, dan berkeadilan pada tahun 2045.

Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur BRIN, Prof. Cuk Supriyadi Ali Nandar, menjelaskan bahwa Indonesia menghadapi tantangan unik dalam transisi energi, terutama karena kondisi geografis kepulauan (lebih dari 17.000 pulau) dan ketimpangan akses listrik.

Baca Juga:

Rektor ITPLN: Penetrasi Energi Terbarukan di Atas 20 Persen Berisiko Ganggu Sistem Listrik

“Indonesia berkomitmen mencapai net zero emission pada 2060 atau lebih cepat. Karena itu, transisi energi harus melindungi rakyat dan memastikan tidak ada wilayah yang tertinggal,” kata Prof. Cuk, dalam forum Indonesia-Spanyol yang digelar belum lama ini.

Smart Grid Atasi Kompleksitas EBT

Menurut Prof. Cuk, transisi energi saat ini bukan hanya sekadar menambah jumlah pembangkit energi terbarukan (EBT), melainkan tentang mengelola ekosistem energi yang semakin rumit.

Peningkatan EBT, variabilitas pasokan listrik dari tenaga surya dan angin, serta munculnya kendaraan listrik dan prosumer (konsumen yang juga produsen listrik) membuat jaringan listrik tradisional tidak lagi memadai. Jaringan listrik harus lebih cerdas dan adaptif.

“Smart grid menjadi kunci karena transisi energi tidak sekadar menambah pembangkit energi terbarukan, tetapi mengelola ekosistem energi yang makin kompleks,” tegasnya.

Baca Juga:

Lean Construction di India Bergerak dari Industri, Bukan Regulasi Pemerintah

Fungsi Krusial Smart Grid

Prof. Cuk menjelaskan, Smart Grid adalah fondasi utama untuk memperkuat konektivitas antarpulau dan menyiapkan pasar listrik masa depan. Fungsi teknologi ini sangat krusial karena:

  • Memungkinkan penyeimbangan permintaan dan pasokan listrik secara real-time.
  • Mampu mengurangi losses teknis (kehilangan daya) dalam jaringan.
  • Secara signifikan meningkatkan keamanan sistem kelistrikan secara keseluruhan.

Prof. Cuk menegaskan peran BRIN sebagai “mesin riset nasional” yang bertugas menghubungkan ide riset hingga adopsi massal teknologi, termasuk pengembangan Smart Grid dan bioenergi berkelanjutan.

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan