
BP Tapera, Menteri PKP, dan Menteri P2MI Bahas Penyediaan Rumah Subsidi bagi Pekerja Migran
Untuk pekerja migran sebagai pahlawan devisa yang membangun negeri akan dibantu 20 ribu rumah subsidi
Berdasarkan data tahun 2024, jumlah pekerja migran Indonesia mencapai 296.970 orang, dengan jumlah tertinggi berada di Hong Kong. Mayoritas pekerja migran berasal dari Jawa Timur.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, menyampaikan kesiapan BP Tapera dalam membantu pekerja migran Indonesia memiliki rumah.

“Sesuai dengan persyaratan untuk mendapatkan bantuan pembiayaan perumahan, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan penghasilan maksimal Rp8 juta per bulan berhak untuk mendapatkan bantuan ini. Yang penting merupakan rumah pertama dan harus dihuni dalam waktu satu tahun setelah BAST,” ungkap Komisioner Heru.
Saat ini, BP Tapera sebagai Operator Investasi Pemerintah (OIP) telah merealisasikan KPR Subsidi dari 1 Januari hingga 19 Maret 2025 sebanyak 91.528 unit rumah subsidi. Jumlah tersebut terdiri dari 55.942 unit dalam proses pembangunan hingga akad, serta 35.586 unit rumah yang telah disalurkan melalui skema FLPP dan Tapera. Sedangkan total realisasi KPR Subsidi dari 20 Oktober 2024 hingga 19 Maret 2025 mencapai 134.937 unit rumah, dengan 63.618 unit dalam proses hingga akad dan 71.319 unit rumah yang telah tersalurkan. (***)