Konstruksi Media – PT Boston Furniture Industries Tbk. (SOFA) melalui anak usahanya membentuk konsorsium baru untuk mengikuti tender proyek waste-to-energy yang diselenggarakan oleh PT Danantara Investment Management. Konsorsium tersebut melibatkan mitra strategis dari China dan Malaysia.
Direktur PT Boston Furniture Industries Tbk. Ezra Mohammed Dhanaguna menjelaskan, perseroan terlebih dahulu melakukan restrukturisasi terhadap anak usahanya, PT Pratama Satya Prima. Restrukturisasi tersebut mencakup perubahan nama perusahaan menjadi PT Parivarta Energi Nusantara serta pemindahan kantor ke Sequis Center, Jakarta Selatan.
Selain itu, SOFA juga melakukan peningkatan modal pada PT Parivarta Energi Nusantara dengan melibatkan pemegang saham baru, yakni PT Sebelas Bersaudara Sinergi, yang berperan sebagai mitra lokal di sektor energi.
Dalam perkembangan terbaru, PT Parivarta Energi Nusantara pada 31 Desember 2025 menandatangani perjanjian pembentukan konsorsium dengan Hunan Construction Engineering Group Co. dari China dan Kintan Usahasama Sdn. Bhd. dari Malaysia.
Baca juga: Pemerintah Mulai Bangun Proyek Sampah Jadi Energi di 34 Daerah Awal 2026
“Konsorsium tersebut dibentuk untuk mengikuti tender proyek waste-to-energy yang diselenggarakan oleh PT Danantara Investment Management,” ujar Ezra dalam keterbukaan informasi, Selasa (6/1/2026).
Ezra menambahkan, PT Parivarta Energi Nusantara kini memfokuskan kegiatan usahanya pada pengembangan bisnis di bidang energi. Saat ini, konsorsium tersebut masih menunggu hasil proses tender proyek waste-to-energy.
“Saat ini sedang dalam proses untuk memperoleh hasil tender,” ungkapnya.
Sementara itu, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 18 Desember 2025, SOFA juga menyetujui perubahan nama perusahaan menjadi PT Solusi Environment Asia Tbk.
RUPSLB tersebut turut menetapkan perubahan susunan manajemen perseroan. Adapun jajaran direksi dan komisaris terbaru yakni Direktur Utama Denny Rizal, Direktur Ezra Mohammed Dhanaguna dan Dimas Adiyasa Wiryaatmaja, Komisaris Utama Romario Beckenbauer Yap, serta Komisaris Independen Djoko Hendratto. (***)



