Bendungan Jlantah Rp1,02 Triliun Rampung, Irigasi Diperluas hingga 1.500 Hektare Sawah
Pemerintah menargetkan perluasan irigasi hingga 1.500 hektare, suplai air baku 150 liter per detik, serta reduksi banjir dan potensi PLTMH 0,625 MW.
Konstruksi Media – Pemerintah memastikan pembangunan Bendungan Jlantah senilai Rp1,02 triliun telah rampung sejak 2024. Kini, bendungan yang berlokasi di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah tersebut difokuskan untuk memperluas jaringan irigasi guna meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat sekitar.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, meninjau langsung bendungan tersebut pada Sabtu (14/2/2026). Ia menyampaikan rencana pembukaan sejumlah jaringan irigasi baru yang terhubung dengan Bendungan Jlantah.
“Kita bahas rencana untuk membuat beberapa saluran irigasi baru untuk memperkuat produktivitas tanam sawah-sawah di sekitar sini. Progres bendungan sudah selesai, tahun ini mudah-mudahan semua pembebasan tanah yang diperlukan rampung dan kita bisa mulai pengerjaan fisik,” ujar Dody.

Target Irigasi Naik Jadi 1.500 Hektare
Saat ini, dengan kapasitas tampung mencapai 11,82 juta meter kubik, Bendungan Jlantah telah mampu mengairi sekitar 800 hektare sawah melalui jaringan irigasi yang sudah tersedia. Namun, pemerintah menargetkan perluasan layanan irigasi hingga total 1.500 hektare lahan pertanian.
“Kita akan meningkatkan sampai mungkin 1.500 hektare total. Dengan jaringan irigasi baru, kita bisa menarik sekitar 700 hektare lebih lahan sawah di sekitar area ini,” jelasnya.
Baca juga: Menteri Dody: Pembangunan Bendungan Jlantah untuk Mengairi Sawah Masyarakat
Salah satu tantangan utama dalam pengembangan jaringan irigasi baru adalah proses pembebasan lahan. Pemerintah menargetkan penyelesaian pembebasan lahan pada tahun ini agar pembangunan fisik saluran irigasi dapat segera dimulai.
Suplai Air Baku dan Reduksi Banjir
Selain mendukung sektor pertanian, Bendungan Jlantah juga memiliki fungsi strategis lainnya. Bendungan ini mampu menyediakan air baku sebesar 150 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar.

Dalam aspek pengendalian banjir, bendungan tersebut dapat mereduksi debit banjir hingga 70,33 meter kubik per detik atau sekitar 51,26% dari debit banjir periode ulang 50 tahunan.
Tak hanya itu, Bendungan Jlantah juga memiliki potensi energi terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) dengan kapasitas 0,625 megawatt.
Dengan berbagai fungsi tersebut, Bendungan Jlantah diharapkan menjadi infrastruktur strategis yang tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan melalui perluasan irigasi, tetapi juga mendukung penyediaan air bersih, pengendalian banjir, dan energi terbarukan di Jawa Tengah. (***)




