Alat BeratNews

Benarkah Baja Ringan Hanya Tahan 10 Tahun? Ini Kata Arsitek dan Akademisi

Marak atap sekolah ambruk seperti SMK Negeri 1 Gunung Putri di Kabupaten Bogor dan SMP Pasundan 1 Kota Bandung.

Konstruksi Media – Dalam pembangunan rumah maupun gedung, pemilihan material rangka atap menjadi aspek penting yang tak boleh diabaikan. Rangka atap harus kuat dan kokoh agar mampu menahan terpaan angin serta hujan deras. Kesalahan dalam memilih atau merancang konstruksi dapat berisiko fatal, seperti insiden ambruknya atap SMK Negeri 1 Gunung Putri di Kabupaten Bogor dan SMP Pasundan 1 Kota Bandung, Senin (3/11/2025) pukul 14.40 WIB.

Sebelumnya, kasus serupa juga ramai diperbincangkan di media sosial X. Salah satu unggahan yang viral adalah terkait robohnya atap SMKN 1 Cileungsi saat jam belajar hingga menyebabkan 17 siswa terluka.

Seorang pengguna X dengan nama akun @B*******e menulis pada Rabu (10/9/2025), “Noted: kalau membangun sekolah atau gedung pemerintahan, untuk atap jangan memakai baja ringan karena rentan ambruk. Ketahanan baja ringan enggak kuat sampai 10 tahun, apalagi beberapa tahun ini angin sangat kencang di beberapa daerah.”

Lantas, benarkah baja ringan hanya memiliki umur pakai sekitar 10 tahun?

Arsitek Ariko Andikabina menegaskan bahwa klaim tersebut tidak sepenuhnya benar. “Umur baja ringan dapat cukup lama apabila pemilihan jenis dan perawatannya dilakukan dengan baik,” ujarnya kepada Kompas.com, Kamis (6/11/2025).

Menurut Ariko, istilah “baja ringan” sifatnya generik karena terdiri dari beberapa jenis dengan komposisi berbeda. “Ada yang lebih banyak mengandung seng, ada juga yang komposisinya lebih dominan aluminium,” jelasnya. Perbedaan komposisi tersebut menentukan daya tahan terhadap korosi, terutama di daerah lembap atau dekat pantai.

“Untuk wilayah dengan potensi korosi tinggi, sebaiknya gunakan baja ringan dengan kandungan aluminium lebih besar untuk meminimalkan risiko karat,” tambahnya.

Ariko menyebut, umur pakai baja ringan yang pendek umumnya dipicu kesalahan dalam pemilihan jenis bahan serta perhitungan beban struktur. Beban terpusat seperti tangki air, pemanas, atau kipas angin gantung harus dikonsultasikan dengan ahli struktur. “Jika perhitungan beban dan detail sambungannya tepat, usia pakai baja ringan bisa jauh lebih panjang,” tegasnya.

Senada dengan itu, Dosen Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM), Ashar Saputra, mengatakan bahwa baja ringan mampu bertahan lebih dari 20 tahun.

“Baja ringan kalau dirancang dan dikerjakan dengan baik, usianya bisa lebih dari 20 tahun,” kata Ashar saat dihubungi terpisah, Kamis (6/11/2025). Ia mengingatkan pentingnya perawatan berkala dan pemilihan material sesuai standar untuk memastikan struktur tetap kokoh dalam jangka panjang. (***)

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp
Banner Kiri
Banner Kanan