Bebas Emisi, Rano Karno Ungkap Rencana Bangun Monorel ke Ragunan
Rano Karno membeberkan rencana strategis pembangunan monorel menuju TMR.
Konstruksi Media – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, membeberkan rencana strategis pembenahan transportasi publik menuju kawasan wisata Taman Margasatwa Ragunan (TMR).
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membangun jaringan kereta monorel sebagai opsi moda angkutan umum yang ramah lingkungan.
Rano menjelaskan bahwa pemilihan monorel merupakan langkah untuk memfasilitasi lonjakan pengunjung TMR tanpa mengorbankan kualitas lingkungan. Keunggulan utama dari moda ini adalah sifatnya yang berkelanjutan dan tidak menghasilkan polusi suara yang berlebih.
Baca Juga:
WEGE Bangun Gedung Sentra Layanan PAM JAYA Jakarta
“Ada rencana Ragunan itu kita akan bikin semacam kereta monorel. Selain tidak ada emisi, juga tidak mengganggu hewan-hewan yang ada,” ujar Rano Karno di Jakarta, Kamis (8/1).
Terhubung hingga Setu Babakan
Jalur monorel ini nantinya direncanakan tidak hanya berhenti di Ragunan, melainkan akan diteruskan hingga ke kawasan cagar budaya Setu Babakan. Menurut Rano, pembangunan infrastruktur rel layang ini dipastikan aman bagi ekosistem konservasi satwa di dalam TMR.
“Nanti orang-orang kalau mau ke Ragunan naik monorel. Kita pastikan tidak ada dampak negatif terhadap satwa yang ada di sana,” tambahnya.
Baca Juga:
Krakatau Steel Suplai 80 Ribu Ton Pipa Baja Dusem, Simak Spesifikasinya
Integrasi Kantong Parkir di Buperta
Untuk menunjang pengoperasian monorel, Rano juga mengungkapkan rencana pemanfaatan Bumi Perkemahan (Buperta) Pramuka Ragunan sebagai area parkir terpadu. Strategi ini dirancang agar pengunjung yang membawa kendaraan pribadi bisa beralih ke transportasi umum sebelum memasuki area wisata.
Masyarakat nantinya dapat memarkirkan kendaraannya di Buperta, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan monorel menuju pintu masuk TMR. Skema park and ride ini diharapkan mampu mengurai kemacetan parah yang kerap terjadi di akses utama Ragunan saat masa liburan.
Dengan rencana pembangunan monorel ini, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen menciptakan kawasan wisata yang terkoneksi secara modern namun tetap mengedepankan prinsip bebas emisi dan perlindungan satwa.




