AsosiasiINFOKonstruksi BerkelanjutanNewsProfilSustainabilityTeknologi

BEA Jabar Siap Menggelar Gathering 2026, Bakal Dibuka Gubernur KDM

Building Engineering Association BEA Jabar sangat konsisten dalam membangun ekosistem engineer berdaya saing global.

 Konstruksi MediaBuilding Engineering Association (BEA) Jawa Barat (Jabar) bakal menyelenggarakan gathering tahun 2026 yang berfokus membahas mengenai “Water Technology Management”.

Di mana, Gathering BEA Jawa Barat 2026 akan berlangsung pada 17 Januari 2026 mendatang dan bertempat di Sudirman Grand Ballroom, Bandung, Jabar.

Ketua BEA Jabar, Asep Suherman mengungkapkan bahwa persiapan kegiatan tersebut dilakukan sejak Februari 2025, rangkaian perencanaan telah dimulai, dilanjutkan dengan pendalaman konsep pada September, hingga eksekusi penuh pada Oktober.

Hangat disapa Asep, pihaknya menargetkan awal dapat menghadirkan 100 booth dalam pelaksanaannya, namun hal itu harus disesuaikan menjadi 85 booth lantaran keterbatasan ruang, meski antusiasme peserta tetap tinggi dengan lebih dari 80 perusahaan bergabung.

“Kualitas dan profesionalisme tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan acara. Acara ini kami siapkan benar-benar matang dan profesional. Meski ruang terbatas, antusiasme perusahaan sangat tinggi dan itu menunjukkan kepercayaan terhadap BEA Jabar,” ujar Asep Suherman saat dihubungi Konstruksi Media, Senin, (05/01/2026).

Asep menerangkan acara ini merupakan agenda tahunan BEA Jabar yang hanya digelar satu kali dalam setahun. Permintaan sejumlah perusahaan agar acara diadakan dua kali setahun belum dapat dipenuhi, mengingat seluruh pengurus BEA Jabar merupakan engineer aktif yang terlibat langsung di berbagai proyek properti dan konstruksi di Bandung dan sekitarnya.

Baca Juga : BEA Siap Kawal Era Green Building dan Zero Emisi

“Kami ingin menjaga kualitas. Karena itu, meski permintaan tinggi, kami tetap konsisten satu kali setahun,” jelasnya.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Dok. Ist

Rencana Dibuka oleh Gubernur KDM

 

Perhelatan BEA Gathering 2026 yang akan berlangsung esok direncanakan akan dihadiri sekaligus diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM).

Kehadiran orang nomor satu di Jawa Barat tersebut menjadi penanda kuat atas dukungan pemerintah daerah terhadap peran strategis BEA Jabar dalam membangun ekosistem engineer yang profesional, adaptif, dan berdaya saing.

Momentum ini juga diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah, asosiasi profesi, dan pelaku industri, khususnya dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan, isu lingkungan, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia teknik di Jawa Barat.

Selain itu,  di luar pelaksanaan acara, Asep menjelaskan, BEA Jabar juga aktif membangun komunikasi dan kolaborasi lintas asosiasi. Hubungan intens terjalin dengan BEA Pusat di Jakarta, BEA Lampung, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga BEA Riau.

Sinergi juga dilakukan dengan asosiasi lain seperti IKEI (Ikatan Engineers Indonesia) Banten, IKEI Jatim, IPMA (International Project management Association) Jakarta, serta Asosiasi Purchasing Bandung sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem industri teknik dan konstruksi nasional.

Evolusi Visi: Dari Kolaborasi hingga Isu Lingkungan

Memasuki penyelenggaraan ketiga, BEA Jabar menunjukkan evolusi visi dan misi yang jelas. Tahun pertama difokuskan pada harmonisasi hubungan vendor dan member.

Tahun kedua menyasar dunia pendidikan, mendorong mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi untuk mengintegrasikan soft skill dan hard skill. Tahun ini, fokus bergeser pada isu strategis yang tengah menjadi perhatian para engineer, yakni pemanfaatan limbah cair dan water recycle yang berkaitan langsung dengan regulasi pemerintah.

“Engineer hari ini dihadapkan pada tantangan lingkungan dan regulasi. Itu yang ingin kami angkat secara konkret,” imbuh Asep.

Meski begitu tantangan utama dalam penyelenggaraan acara ini adalah penentuan waktu, mengingat banyak asosiasi lain memiliki agenda serupa. Namun, BEA Jabar optimistis bahwa kepedulian terhadap vendor sebagai mitra strategis menjadi kekuatan utama yang membuat seluruh rangkaian acara dapat berjalan sesuai rencana.

Asep Suherman menegaskan BEA Jabar memiliki visi jangka panjang, bukan sekadar wadah berkumpul. Dengan berpegang teguh pada AD/ART BEA Indonesia, BEA Jabar berkomitmen tetap menjadi asosiasi non-profit yang memberikan manfaat bagi member, vendor, dan pemerintah, sekaligus mendorong engineer Jawa Barat memiliki daya saing global.

“Harapan saya besar pada BEA Jabar. Kita harus konsisten membawa manfaat dan memastikan engineer kita mampu bersaing di tingkat global,” tuturnya.

Lebih jauh, Asep mengatakan bahwa dalam menghadapi potensi lonjakan pengunjung dan peserta, pihaknya telah menyiapkan strategi manajemen kerja dan sistem kontrol yang terukur. Tim internal BEA Jabar disiagakan penuh, diperkuat oleh dukungan BEA BPC Bogor, Sukabumi, dan Cirebon.

Di mana sebanyak 15 usher disiapkan untuk membantu teknis lapangan, sementara dua MC profesional berperan sebagai pemandu acara agar alur kegiatan berjalan tertib dan komunikatif.

“Kami tidak ingin ada celah dalam pelaksanaan. Semua sudah kami antisipasi, mulai dari SDM hingga alur acara,” jelas Asep.

Baca Juga :

BEA Siap Kawal Era Green Building dan Zero Emisi 

 

 

 

 

 

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan