Konstruksi Media – Merek perangkat smart home BARDI terus memperluas ekosistem produknya seiring meningkatnya kebutuhan perangkat rumah pintar di masyarakat.
CEO BARDI, Michael Saputra, mengatakan perusahaan memulai bisnis dengan tiga produk utama, yakni smart light bulb, smart IR remote, dan smart IP camera. Dari sana, BARDI berkembang ke berbagai perangkat dalam kategori yang sama seperti door lock, sensor, hingga pengembangan lini pencahayaan seperti downlight.
“Saat ini IP camera sudah menjadi produk esensial. Best seller kami ada di kamera, karena kebutuhan keamanan ada di setiap rumah,” ujar Michael kepada Konstruksi Media, saat ditemui di kawasan Serpong beberapa waktu lalu.
Baca Juga:
397 Lapangan Padel di Jakarta, Pramono Batasi Izin Baru di Zona Perumahan
Menurut dia, target pasar BARDI berada di rentang usia 18–35 tahun, mulai dari mahasiswa, pasangan yang baru menikah, hingga konsumen usia 30-an yang ingin memantau orang tua di rumah melalui CCTV.
Perkuat Distribusi dan Ekspansi Offline
Di awal operasional, BARDI mengandalkan marketplace sebagai kanal distribusi utama. Kini, perusahaan telah memiliki lebih dari 70 distributor serta beberapa mitra yang memegang official marketplace di wilayah Jabodetabek.
Untuk memperkuat kehadiran offline, BARDI memiliki showroom di Gading Serpong, Plaza Kenari Mas, dan Banjarmasin. Selain itu, perusahaan saat ini tengah mencoba membuka tenant di IB-Hub yang berlokasi di kawasan Great Western Resort (GWR), Serpong.
“Kita ikut aja dan lihat dari traffic juga. Kalau sudah pasti, kita akan jalan setahun. Kalau traffic bagus, kita akan lanjut,” tuturnya soal uji coba awal membuka tenant di GWR.

Baca Juga:
Daya Beli Kelas Menengah Turun, Sektor Properti Indonesia Hadapi Tantangan Struktural
Fokus Kualitas dan Layanan Purna Jual
Dari sisi produksi, sebagian besar produk masih diimpor dari Tiongkok dan diproduksi melalui skema maklon. Meski demikian, BARDI mulai mendorong pemberdayaan pabrik lokal untuk memproduksi perangkat seperti IP camera.
Selain pengembangan produk, BARDI menekankan kualitas melalui standar grade A serta layanan purna jual. Perusahaan menyediakan proses penggantian unit sesuai ketentuan dan jaringan teknisi di seluruh Indonesia.
Saat ini, portofolio BARDI telah digunakan di sejumlah proyek pengembang besar meski belum di seluruh proyek mereka.
“Portofolio kita sudah tersedia di top 10 developer seperti Summarecon, Agung Sedayu, Podomoro, Alam Sutera. Itu kita sudah ada semua, tapi tidak di semua project,” tutupnya.




