
Konstruksi Media – Saham PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), emiten properti yang berada di bawah Agung Sedayu Group dan Salim Group, melesat 12,19% ke level Rp7.825 pada perdagangan Jumat (28/11/2025). Saham anak usaha PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) tersebut menjadi buruan investor.
Sepanjang perdagangan, sebanyak 108,76 miliar saham berpindah tangan dalam 39.378 transaksi dengan nilai mencapai Rp841,36 miliar. Investor asing juga membukukan net buy besar senilai Rp140,51 miliar pada hari itu.
Sehari sebelumnya, Kamis (27/11/2025), saham CBDK sudah menguat 5,28% dengan net buy asing mencapai Rp24,49 miliar. Dalam sepekan, harga saham melonjak 20,38% dengan total akumulasi net buy asing menembus Rp203,8 miliar.
BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menilai penguatan ini layak menjadi sorotan karena terjadi di tengah penurunan IHSG yang melemah 0,43% pada Kamis.
CBDK disebut mencatatkan kinerja keuangan sangat kuat. Hingga kuartal III-2025, laba bersih melonjak 74% yoy menjadi Rp1,4 triliun, sementara pendapatan meningkat 45%, ditopang penjualan kavling komersial dan efisiensi operasional.
Perusahaan juga memperkuat aset melalui pembangunan kawasan New integrated Commercial Estate (NICE) dan Hotel Hilton PIK2, sehingga aset investasi meningkat 142% yoy. CBDK memiliki land bank strategis seluas 705 hektare yang menjadi basis pertumbuhan jangka panjang.
BRIDS memproyeksikan harga saham berpotensi menembus resistance Rp7.850. Jika berhasil, target berikutnya berada di kisaran Rp8.500–Rp9.300, atau potensi kenaikan hingga 18,84%.
Dari sudut pandang teknikal, analis PintarSaham.id mencatat bahwa CBDK menjadi primadona baru sektor properti setelah breakout dari fase sideways sejak Juli.
“Volume besar pada saat breakout menunjukkan ada aliran dana segar, bukan sekadar pantulan sesaat,” tulis ulasan tersebut.
Indikator teknikal juga memberikan konfirmasi penguatan:
• MA20 menembus MA50 (bullish crossover)
• MACD mencetak golden cross Pola ini kerap menjadi sinyal awal tren naik yang solid.
Secara fundamental, PintarSaham menegaskan laporan keuangan CBDK cukup mencengangkan. Pendapatan naik 45% yoy menjadi Rp2,3 triliun, sementara laba bersih mencapai rekor tertinggi Rp1,4 triliun dengan net profit margin meroket ke 57% dari 44% tahun lalu.
Penjualan kavling komersial kembali menjadi mesin utama pertumbuhan. Serah terima unit meningkat pada kuartal III dan biaya pemasaran menurun, membuat laba bersih melonjak 105% qoq.
“Ini bukan sekadar seasonal jump. Ini adalah pergeseran struktur pendapatan menuju basis yang lebih kuat dan stabil,” ujar PintarSaham.
CBDK dinilai cocok untuk investor jangka panjang yang mengincar pertumbuhan berkelanjutan di kawasan PIK2 dan recurring income dari NICE. Namun, para trader diingatkan tetap waspada karena harga sudah naik cepat dalam waktu singkat.
“Momentum masih positif, tetapi entry ideal biasanya muncul saat terjadi koreksi wajar,” tulis analisis tersebut. (***)




