News

Bangga, Tim Lamongan Wakili Indonesia ke Hong Kong pada Grand Final Sika Tiler Competition 2025

Sika Indonesia menutup penyelenggaraan Sika Tiler Competition 2025 dengan grand final di Mall Alam Sutera, Tangerang pada Sabtu lalu.

Konstruksi Media – Setelah melalui rangkaian kompetisi di Semarang dan Surabaya sejak Juli 2025, Sika Indonesia menutup penyelenggaraan Sika Tiler Competition 2025 dengan grand final di Mall Alam Sutera, Tangerang, Sabtu (16/11).

Pada tahap puncak ini, Tim 1 dari Lamongan, Jawa Timur, keluar sebagai juara dan berhak mewakili Indonesia pada kompetisi aplikator keramik tingkat internasional di Hong Kong pada Februari 2026.

Channel Distribution Manager Sika Indonesia, Basuki Setiawan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berkompetisi sepanjang tahun ini.

Baca Juga:

Gotong-Royong Wujudkan Hunian Layak di Palembang, Menteri Ara Alokasikan 1.000 BSPS di 2026

Menurutnya, Sika menganggap aplikator keramik sebagai garda terdepan, yang keahliannya menentukan hasil akhir dan ketahanan suatu bangunan.

“Sika Tiler Competition merupakan bentuk komitmen kami untuk meningkatkan kompetensi aplikator di Indonesia dan mendukung peningkatan kualitas tenaga kerja konstruksi nasional,” ujarnya, dalam siaran pers yang diterima Konstruksi Media, Senin (17/11).

Sika Tiler Competition
Pemenang Sika Tiler Competition akan mewakili Indonesia di kancah global. Dok.Ist

Tantangan Sika Tiler Competition Semakin Kompleks

Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, Sika Tiler Competition dirancang lebih kompleks untuk menguji kemampuan teknis para aplikator. Tahun ini, tantangan diperketat agar peserta mampu menyelesaikan pemasangan keramik sesuai pola gambar kerja. Peserta dituntut memiliki kecepatan, presisi, dan kerja tim yang solid.

Sebanyak 48 tim profesional bersaing di babak grand final, terdiri dari para pemenang regional dan peserta yang lolos dari babak penyisihan di berbagai modern outlet di Indonesia.

Penilaian dilakukan oleh juri profesional dari Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Banten. Ketua HDII Banten, Riasti Anggraini Gunawan, menyebut standar penilaian tahun ini sangat ketat. Kecepatan bukan satu-satunya aspek yang masuk ke dalam penilaian.

Baca Juga:

46 Tahun, Vinilon Group Hadirkan Akses Air Bersih di Desa Fafinesu, NTT

“Elemen kunci yang kami cari adalah kerataan permukaan, kekuatan rekat (tidak adanya rongga udara), dan kesempurnaan nat… kompetisi ini membuktikan bahwa aplikator Indonesia memiliki kemampuan untuk mencapai standar kualitas tinggi,” ungkapnya.

Usai proses penilaian, Tim 1 Lamongan yang beranggotakan Murtoni dan M. Ali Fauzi dinobatkan sebagai juara pertama.

“Perjuangan dari babak kualifikasi hingga Grand Final ini sangat menguras tenaga… Ini adalah impian yang menjadi kenyataan, dan kami siap membawa nama baik Indonesia di Hong Kong,” seru keduanya. Selain mewakili Indonesia di kompetisi global, tim ini juga menerima hadiah uang tunai Rp6.000.000.

Juara kedua diraih Tim 2 dari Semarang (Demak), yaitu Warsito dan Sukahar, dengan hadiah Rp4.500.000. Adapun juara ketiga adalah Tim 4 dari Jabodetabek, Supiyuloh dan Sugiyo, yang meraih hadiah Rp2.500.000.

Pada kompetisi tingkat dunia nanti, Indonesia akan bersaing dengan perwakilan dari Vietnam, India, Tiongkok, Brasil, Amerika Serikat, negara-negara Eropa, serta peserta dari Afrika dan Amerika Selatan.

Penyelenggaraan Sika Tiler Competition 2025 turut mendapat dukungan dari Bosch sebagai penyedia peralatan aplikasi dan power tools, serta Niro Ceramic sebagai penyedia material keramik utama kompetisi.

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp
Banner Kiri
Banner Kanan