HeadlineInfrastrukturNews

Anggaran Infrastruktur 2025 Efektif, Kementerian PU Lampaui Realisasi Tahun 2024

Capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga DPR RI.

Konstruksi Media – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat kinerja positif dalam pelaksanaan Anggaran Tahun 2025. Realisasi keuangan mencapai 95,23 persen dari pagu DIPA efektif sebesar Rp112,13 triliun, dengan capaian fisik sebesar 95,17 persen. Angka ini meningkat 1,43 persen dibanding realisasi anggaran tahun 2024 yang tercatat sebesar 93,8 persen.

Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga DPR RI.

“Seluruh capaian ini merupakan hasil kerja bersama. Kementerian PU berkomitmen memastikan setiap rupiah anggaran infrastruktur memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Dody dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Menurut Dody, realisasi anggaran masih berpotensi meningkat seiring dengan proses pencatatan aset lahan jalan tol oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), serta penyelesaian administrasi pembayaran pekerjaan yang berlangsung hingga akhir Maret 2026.

Baca juga: Proyek Sekolah Rakyat Aceh Rp1,53 Triliun, Menteri Dody: Harus Cepat, Tepat dan Berkualitas

Pada Tahun Anggaran 2025, sektor Sumber Daya Air mencatat berbagai capaian strategis, di antaranya pembangunan jaringan irigasi baru seluas 13.000 hektare, rehabilitasi jaringan irigasi 123.000 hektare, pengendalian banjir sepanjang 88,79 kilometer, serta pengamanan pantai sepanjang 14,41 kilometer. Selain itu, pengembangan air baku mencapai kapasitas 0,25 meter kubik per detik, pembangunan 1.200 titik sumber air tanah, serta pelaksanaan Program P3-TGAI di 9.597 lokasi.

Di bidang jalan dan jembatan, Kementerian PU membangun jalan baru sepanjang 113 kilometer, meningkatkan kapasitas dan melakukan preservasi jalan sepanjang 720 kilometer, serta membangun jembatan sepanjang 2,5 kilometer dan 48 unit jembatan gantung. Infrastruktur jalan tol juga bertambah sepanjang 27,9 kilometer, disertai pembangunan flyover dan underpass sepanjang 1.300 meter guna memperkuat konektivitas nasional dan daerah.

Sementara itu, pada sektor Cipta Karya, Kementerian PU melaksanakan pembangunan dan peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan kapasitas 1.250 liter per detik, pengelolaan air limbah dan persampahan bagi puluhan ribu kepala keluarga, pengembangan kawasan seluas 153,75 hektare, serta pembangunan 20 unit gedung. Program berbasis masyarakat seperti PAMSIMAS, SANIMAS, TPS3R, dan PISEW terus diperluas untuk memperkuat layanan dasar di wilayah perdesaan dan kawasan tertinggal.

Adapun infrastruktur strategis yang dikerjakan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis meliputi rehabilitasi dan renovasi 14 perguruan tinggi dan perguruan tinggi keagamaan, renovasi serta rehabilitasi pasar, pembangunan tiga unit prasarana olahraga, serta pembangunan 16 unit prasarana strategis lainnya, termasuk sekolah, fasilitas kesehatan, dan cagar budaya.

Selain itu, Kementerian PU turut mendukung pelaksanaan berbagai Instruksi Presiden (Inpres), di antaranya rehabilitasi 556 unit sekolah keagamaan, renovasi 164 unit Sekolah Rakyat rintisan Tahap I, peningkatan konektivitas jalan daerah sepanjang 1.201 kilometer, serta pembukaan akses dan pengendalian banjir di Papua Selatan sebagai bagian dari pengembangan kawasan pangan dan energi nasional. (***)

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan