InfrastrukturNews

Alirkan Air Bersih, Kemen PU Bangun 24 Sumur Bor di Aceh Tamiang

Kemen PU mempercepat pemulihan akses air bersih bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang.

Konstruksi Media – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pemulihan akses air bersih bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Melalui program strategis di 24 titik, Kementerian PU mulai mengalirkan air bersih guna memulihkan kehidupan sehari-hari dan aktivitas ibadah warga.

Salah satu titik yang telah berfungsi optimal berada di Masjid Simpang Lhee, Kecamatan Manyak Payed. Sumur bor sedalam 82 meter tersebut kini telah menjadi sumber air utama untuk keperluan wudu jamaah serta kebutuhan domestik masyarakat sekitar.

Baca Juga:

Kemen PU Rampungkan Normalisasi Sungai Krueng Meureudu, Nelayan Pidie Jaya Kembali Melaut

Prioritas Layanan Dasar

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa ketersediaan air bersih adalah fondasi utama dalam proses pemulihan pascabencana. Menurutnya, pemulihan infrastruktur fisik harus berjalan beriringan dengan pengembalian akses kebutuhan dasar.

“Pemulihan tidak hanya fokus pada rehabilitasi infrastruktur fisik, tetapi yang terpenting adalah mengembalikan akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar, khususnya air bersih. Ini adalah fondasi bagi kesehatan dan keberlangsungan aktivitas sosial-keagamaan untuk bangkit kembali,” ujar Menteri Dody dalam keterangannya, Senin (12/1).

Kemen PU
ketersediaan air bersih adalah fondasi utama dalam proses pemulihan pascabencana. Dok.Kemen PU

Progres di Berbagai Titik

Melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I, pengeboran terus dikebut di lokasi-lokasi strategis lainnya. Beberapa titik yang menunjukkan progres signifikan antara lain:

  • Manyak Payed: Desa Meurandeh telah merampungkan konstruksi sumur dan memasuki tahap pemasangan pompa.

  • Bendahara: Desa Bandar Khalifah (118 meter) dan Desa Matang Teupah (100 meter) telah masuk tahap konstruksi.

  • Karang Baru: Pengeboran di Pesantren Darul Mukhlisin mencapai 96 meter dengan potensi cadangan air yang menjanjikan.

  • Kuala Simpang: Area Kantor Camat telah mencapai kedalaman 86 meter dari target 100 meter.

Baca Juga:

Kemen PU Perkuat Tebing Sungai Batang Anai Tanah Datar Pascabencana

Kehadiran fasilitas ini disambut haru oleh warga yang sebelumnya kesulitan mendapatkan air layak konsumsi. “Alhamdulillah, air telah mengalir lancar. Jamaah bisa ibadah lebih tenang dan warga tidak perlu lagi antre panjang mencari air,” ungkap Aisyah Rahmi, salah seorang warga Manyak Payed.

Program pembangunan sumur bor ini merupakan bagian dari aksi nyata “Setahun Bekerja, Bergerak-Berdampak” dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara langsung.

Guna mengoptimalkan hasil, Kementerian PU juga terus melakukan survei geolistrik di berbagai titik cadangan untuk menjamin ketersediaan air jangka panjang.

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan