Alexandra Askandar: Roadmap Digitalisasi Bank Mandiri
Nantinya cabang ini beralih menjadi digital secara bertahap, mulai pada tahun ini target kita sekitar 231 cabang yang digital bank.
Konstruksi Media – Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Alexandra Askandar mengatakan, perseroan telah menyiapkan peta jalan (roadmap) terkait digitalisasi sejumlah cabang. Namun, tidak semua cabang akan sepenuhnya digital. Jenis digitalisasi cabang akan disesuaikan dengan karakteristik kondisi wilayah dan masyarakat setempat.
“Itu akan disesuaikan, kita benar-benar lakukan identifikasi ke wilayah tersebut dan untuk melihat kesiapan masyarakat setempat dengan perubahan ini. Secara akurat ada 231 cabang yang akan digital bank. Saat ini sudah ada tiga,” kata Alexandra di Jakarta, Rabu (13/4/2022).
Transformasi digital pada sejumlah cabang, kata dia, menjadi salah satu bagian dari tiga strategi utama Bank Mandiri. Tiga cabang yang diperkenalkan sebagai bank digital menjadi piloting untuk cabang lain.
Alexandra mengatakan, terdapat tiga jenis digitalisasi cabang yang tengah disiapkan, yakni hybrid bank yang menggabungkan pendekatan konvensional dan digital, digital box dengan karakteristik fully digital atau tanpa staf dan upgrade branch yang keseluruhan transaksi digital tapi masih disiapkan staf untuk berjaga.
Baca juga: Mau Mudik? Yuk Cek Daftar Tarif Tol Terbaru
“Nantinya cabang ini beralih menjadi digital secara bertahap, mulai pada tahun ini target kita sekitar 231 cabang yang digital bank. Hal itu tentu mempunyai konsekuensi terhadap people (sumber daya manusia). Meski demikian, sejumlah people itu disiapkan program upskilling dan reskilling,” ucap dia.
Menurut Alexandra, pemikiran Bank Mandiri untuk berubah menjadi bank digital sudah cukup lama. Kajian terkait bank digital untuk melihat berbagai kemungkinan pun sudah ditekuni bersama sejumlah konsultan independen.
“Ditemukan benang merah pada strategi yang disiapkan Bank Mandiri untuk turut melakukan transformasi digital,” ujar dia.
Ia mengatakan, digitalisasi Bank Mandiri turut menyiapkan transformasi dari aspek model operasional (operating model) dan aspek Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini, kata Alexandra, memungkinkan bank membangun infrastruktur digital sendiri, tidak seperti sebelumnya yang banyak memanfaatkan jasa vendor.
“Untuk mencapai hal tersebut, kita menyertakan kekuatan di wholesale banking. Di sini, bank sudah memiliki basis nasabah yang kuat, perusahaan-perusahaan dengan rating baik di Indonesia,” ucap Alexandra.
Baca artikel selanjutnya: