InfrastrukturKawasan

Alasan Mengapa IKN di Bangun menjadi Smart City

Kota cerdas akan diwujudkan dalam bentuk kota yang memiliki kecanggihan teknologi.

Konstruksi Media – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) memasuki kick off dan akan terus berlangsung hingga tahun 2045 mendatang. Akan tetapi dalam pembangunannya pemerintah menginginkan untuk memperhatikan kondisi alam sekitar dan smart city sehingga menjadi penggerak ekonomi Indonesia di masa depan.

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara Bambang Susantono mengungkapkan dirinya menginginkan adanya sistem teknologi yang dapat membantu kehidupan sehari-hari di Ibu Kota Nusantara (IKN). Sehingga IKN dicap sebagai kota yang cerdas dengan teknologi mutakhir dan sangat mudah diakses.

“Kota cerdas akan kita wujudkan dalam bentuk kota yang memiliki kecanggihan teknologi yang bisa membantu kita dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Bambang belum lama ini dalam Bincang Asik di Titik Nol, Senin, (29/8/2022).

Baca Juga : Bambang Susantono Pastikan Insentif Khusus Mudahkan Investasi di IKN

Dia menambahkan, karena konsep pembangunan di IKN itu 80% perjalanannya menggunakan transportasi umum dengan kendaraan yang hemat bahan bakar alias (kendaraan listrik). Juga jarak antara simpul transportasi umum ke fasilitas penting dengan berjalan kaki maksimal 10 menit.

Serta juga sekitar 50 menit terkoneksi transit ekspres dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) ke Bandara Strategis pada tahun 2030.

Dekat dengan alam karena, lebih dari 75% kawasan hijau, yang nantinya akan dibangun Kawasan Pemerintahan IKN.

“Membangun kota tidak hanya membangun fisiknya, tapi terutama adalah bagaimana kerekatan sosialnya, interaksi antar warganya, bagaimana kota tersebut menjadi kota yang layak huni, humanis, dan liveable. Kami memohon dukungan dari semua lapisan masyarakat sehingga Ibu Kota Nusantara menjadi kota yang inklusif, hijau, dan berkelanjutan, dibangun untuk semua kalangan, a city for all,” ujar Bambang.

Desain Pembangunan Ibu Kota Negara baru di Kalimantan Timur. Dok. Ist

Selanjutnya, 100% penduduk dapat mengakses ruang terbuka hijau (rekreasi) dalam waktu yang cukup tingkat di dalam kawasan tersebut. Serta pada tahun 2045 mendatang pemerintah akan mencapai Net Zero Emissions dalam pembangunan IKN.

Sebelumnya, Bambang telah meresmikan Micro Edge Data Center Sepaku di Site Telkom Sepaku dan Pusat Komunitas Digital Sepaku di Kantor Desa Bukit Raya, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.

Menurutnya, pembangunan data center tersebut merupakan langkah awal dan akan terus terjadi pembaruan ke depannya. Di IKN akan terjadi lompatan melalui penerapan berbagai teknologi canggih untuk mempermudah kehidupan sehari-hari.

“Ada sistem transportasi cerdas, sistem manajemen gedung cerdas, energi cerdas, kendaraan tanpa awak, dan pertukaran data secara elektronik,” jelasnya.

Dia menambahkan, kesenjangan digital atau digital divide diharapkan dapat diperkecil, yang salah satunya melalui peresmian pusat data dan pusat komunitas digital tersebut.  

“Kita ingin digital divide lebih kecil. Itu sebabnya kita siapkan dari sekarang. Ini akan kita bangun secara bertahap. Kemudahan hidup, bekerja, dan belajar akan tercipta ekosistemnya di IKN Nusantara,” tutur Bambang.

Diketahui, dalam peresmian tersebut dihadiri oleh Komisaris Utama Telkom Indonesia Bambang Brodjonegoro dan Direktur Utama Telkom Indonesia Ririek Adriansyah.

Dalam kesempatan tersebut, Komisaris Utama Telkom Indonesia Bambang Brodjonegoro mengatakan kehadiran Telkom dapat menjadikan IKN menjadi kota yang siap menghadapi teknologi digital. Dia juga menekankan pentingnya teknologi digital untuk mengembangkan UMKM di masa depan, salah satunya didukung oleh digital platform.

Kemudian, Direktur Network and IT Solutions Telkom Indonesia Herlan Wijanarko menuturkan bahwa Telkom Group akan mendukung IKN dengan menyiapkan komponen yang dibutuhkan dan mengadopsi berbagai teknologi mutakhir.

“Data center Sepaku nantinya akan terintegrasi dengan seluruh ekosistem Data Center Telkom Group yang ada di seluruh tanah air dan luar negeri,” tuturnya.

Baca Artikel Selanjutnya :

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp