AirInfrastrukturNewsProfil

AHY Dorong Ketahanan Air Jadi Fondasi Kemandirian Nasional

Konstruksi Media – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infra) terus memperkuat ketahanan air sebagai bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo.

Agenda ini menempatkan air sebagai fondasi strategis untuk mendukung swasembada pangan, energi, dan kemandirian ekonomi nasional.

Pendekatan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya air tidak hanya terkait kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menyangkut aspek pertahanan dan ketahanan negara.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, dalam Town Hall Meeting Water Security di Jakarta, (24/2/2026) lalu.

Forum ini mempertemukan kementerian dan lembaga, akademisi, NGO, investor, profesional, serta masyarakat sipil untuk merumuskan arah kebijakan air secara terintegrasi.

“Air adalah sumber kehidupan. Kami berdiskusi tidak hanya antarkementerian dan lembaga, tetapi juga melibatkan akademisi, NGO, investor, profesional, hingga masyarakat sipil. Karena air adalah persoalan bersama. Kita ingin menghadirkan air yang memadai untuk kebutuhan hidup manusia dan untuk pertumbuhan ekonomi,” jelas Menko AHY.

Ia menekankan sekitar 74 persen pemanfaatan air nasional digunakan untuk sektor agrikultur, mulai dari pertanian hingga peternakan. Karena itu, kebijakan yang tepat dan implementasi yang efektif dinilai krusial untuk mendukung swasembada pangan sekaligus memperkuat ketahanan nasional.

Pemerintah sendiri berpedoman pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air dengan tiga fokus utama: konservasi, pemanfaatan, dan mitigasi daya rusak air.

Upaya konservasi dilakukan melalui perlindungan daerah tangkapan air, pengendalian pencemaran, serta penghematan penggunaan guna menjaga keberlanjutan sumber daya. Sementara pemanfaatan diarahkan secara adil, efisien, dan berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, pertanian, industri, dan energi tanpa mengabaikan keseimbangan ekosistem.

Adapun mitigasi daya rusak air difokuskan pada pengurangan risiko banjir, kekeringan, dan erosi melalui penguatan infrastruktur pengendali dan peningkatan kesiapsiagaan.

Untuk mencapai swasembada air, pemerintah menyiapkan empat intervensi strategis, yakni dekarbonisasi untuk menjaga stabilitas iklim, penegakan tata ruang dan perlindungan daerah tangkapan air, optimalisasi infrastruktur eksisting, serta peningkatan efisiensi dan pengendalian kualitas air.

Menko AHY menegaskan pendekatan ini bertujuan memulihkan siklus air secara menyeluruh.

“Banyak teknologi terkini yang bisa digunakan untuk menghemat air sekaligus mengonversi air kotor menjadi air bersih. Kementerian PU juga memiliki roadmap memastikan tidak hanya membangun, tetapi juga memelihara dalam jangka panjang,” paparnya.

Melalui kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan inovasi teknologi, pemerintah optimistis ketahanan air dapat menjadi pilar kuat dalam mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Town Hall Meeting ini pun menjadi ruang dialog strategis untuk menyatukan langkah para pemangku kepentingan menuju sistem pengelolaan air nasional yang lebih tangguh, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Baca Juga :

AHY Tekankan Pentingnya Rest Area Layak untuk Keselamatan Mudik 2026

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan