Konstruksi Media – Tim mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) mengukir prestasi gemilang dalam ajang EcoBoss Greenpreneurship Pitch Challenge 2025. Melalui inovasi bertajuk Aerotrak, perangkat portabel pendeteksi polusi udara, tim ini berhasil membawa pulang hadiah sebesar 16.000 AUD atau setara sekitar Rp170 juta.
Tim Aerotrak yang beranggotakan Muhammad Al Mabrur G, Muhammad Farid Hidayat, Panji Bagus Satria, dan Erland Gavril Rande ini, sukses menyisihkan kompetitor dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dalam kompetisi kolaborasi antara Pemerintah Australia (DFAT) dan Academy of Entrepreneurs Australia tersebut.
Deteksi Polusi Real-Time Berbasis Limbah Plastik
Aerotrak dirancang sebagai solusi atas tingginya risiko kesehatan akibat paparan partikel halus PM2.5 yang sering tidak disadari masyarakat. Perangkat ini didesain berbentuk tag kecil praktis yang dapat dijadikan gantungan kunci atau aksesori tas, sehingga memudahkan mobilitas penggunanya.
Baca Juga:
Sah! Prof. JJ Terpilih Kembali Sebagai Rektor Unhas 2026–2030
“Aerotrak dirancang untuk membantu masyarakat memantau kualitas udara di sekitar mereka secara real-time dan mengambil langkah pencegahan sejak dini,” ujar Muhammad Al Mabrur, Selasa (20/1).
Menariknya, Aerotrak tidak hanya fokus pada fungsi pendeteksi suhu dan kualitas udara. Sejalan dengan semangat keberlanjutan (sustainability), casing perangkat ini diproduksi menggunakan sampah plastik daur ulang, sebagai upaya nyata mengurangi limbah lingkungan.

Dukungan Kampus dan Target Komersialisasi
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. drg. Muhammad Ruslin, menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian ini. Menurutnya, inovasi Aerotrak membuktikan mahasiswa Unhas mampu menjawab tantangan kesehatan masyarakat sekaligus menjaga komitmen pelestarian lingkungan.
Baca Juga:
EITA Perluas Jejak di Industri Data Center
Dana kemenangan sebesar Rp170 juta tersebut rencananya akan dialokasikan untuk pengembangan teknologi dan kesiapan produksi massal. Selain hadiah uang tunai, tim Aerotrak juga mendapatkan beasiswa diploma selama satu tahun serta pendampingan intensif dari Academy of Entrepreneurs untuk memperkuat model bisnis mereka.
Saat ini, tim tengah menyempurnakan sisi teknis dan desain produk agar Aerotrak dapat segera dikomersilkan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat, terutama pekerja lapangan dan pelajar yang sering beraktivitas di luar ruangan.




