FINANCEPembiayaan

Adhi Karya Siapkan Capex Rp1 Triliun dari Dana Right Issue

Adhi Karya berhasil menghimpun dana total sebanyak Rp2,6 triliun, sekitar Rp600 miliar digunakan untuk untuk menuntaskan proyek Jalan Tol Yogyakarta-Solo.

Konstruksi Media – Sekretaris Perusahaa PT Adhi Karya Tbk atau ADHI Farid Budiyanto mengatakan, mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun ini berkisar Rp1 sampai 1,1 triliun yang berasal dari dana hasil rights issue.

Dalam rights issue tahun lalu, kata dia, Adhi Karya berhasil menghimpun dana total sebanyak Rp2,6 triliun, sekitar Rp600 miliar digunakan untuk untuk menuntaskan proyek Jalan Tol Yogyakarta-Solo, Yogyakarta-Bawen dan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Karian-Serpong. Sementara itu, sisa dana rights issue Rp2 triliun belum termanfaatkan, karena pencairannya menyesuaikan dengan perkembangan proyek.

“Jadi, kami siapkan capex 2023 dari hasil dana rights issue. Ini sesuai dengan prospektus yang ada,” ucap Farid, belum lama ini.

Ia mengatakan, sisa dana hasil rights issue akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan belanja pada tahun 2024. Menurut dia, Adhi Karya masih memiliki beberapa proyek yang harus dikerjakan.

Perseroan, kata dia, belum berencana untuk melaksanakan aksi korporasi atau meminta Penyertaan Modal Negara (PMN). Adhi akan menggunakan kas internal, termasuk memanfaatkan fasilitas pinjaman perbankan yang sudah diterima.

Baca juga: Adhi Karya Targetkan Kontrak LRT Filipina Segera Meluncur

“Jadi, kita gak akan tambah dana eksternal lagi. Dari dana yang sudah ada, kami putar-putar saja dari situ,” ucap dia.

Perseroan, kata dia, juga akan membayar obligasi jatuh tempo November 2023 senilai Rp300 miliar dari kas internal. Adapun obligasi yang jatuh tempo pada tahun 2024 sekitar Rp900 miliar harapannya dapat dibayar melalui pembayaran proyek LRT Jabodebek dan Tol Sigli-Banda Aceh.

Ia mengatakan, perseroan akan memaksimalkan aset-aset piutang agar bisa ditagih. Pasalnya, proses penagihan diproyek konstruksi memerlukan waktu lama, sehingga jika tidak disiplin akan memakan banyak waktu.

“Ini yang menjadi perhatian kita, terutama untuk proyek-proyek besar seperti proyek Tol Sigli-Banda Aceh, kemudian proyek LRT yang benar-benar kami kawal administrasinya supaya penerimaan bisa cepat,” jelasnya.

Baca artikel selanjutnya:

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp