FINANCEInvestasi

Adhi Karya Bakal Disuntik PMN Senilai Rp1,97 Triliun

"Untuk menjaga porsi kepemilikan publik, aksi korporasi juga dilakukan ADHI melalui penambahan modal lewat penerbitan saham.

Konstruksi Media – Sekretaris Perusahaan PT Adhi Karya Tbk (ADHI) Farid Budiyanto mengatakan, ADHI diproyeksikan akan mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp1,97 triliun pada tahun 2022.

“Untuk menjaga porsi kepemilikan publik, aksi korporasi juga dilakukan ADHI melalui penambahan modal lewat penerbitan saham dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue,” kata Farid di Jakarta, Kamis (21/4/2022).

Ia mengatakan, ADHI akan menggelar rights issue melalui penawaran umum terbatas (PUT) II dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 7,12 miliar saham seri B dengan nilai nominal Rp100 per saham.

Per akhir Desember 2021, kata farid, total modal disetor ADHI tercatat sebesar 3,56 miliar saham dan penerbitan saham baru mencapai 66,67% dari modal disetor setelah rights issue.

“Rencananya akan dipakai untuk membiayai proyek jalan tol, preservasi jalan lintas, sistem penyediaan air minum (SPAM), hingga fasilitas pengelolaan limbah terpadu (FLTP), baik bersifat proyek strategis nasional (PSN) maupun Non PSN,” ucap Farid.

Baca juga: WIKA Gedung Bakal Tebar Deviden Senilai Rp42,78 Miliar

ADHI sedang mengejar perolehan kontrak baru sepanjang tahun 2022 dan berupaya menuntaskan sejumlah proyek infrastruktur strategis. Farid mengatakan, Adhi Karya telah meraih kontrak baru sebesar Rp 3,9 triliun pada kuartal I-2022. Jumlah tersebut meroket 129% dibandingkan kontrak baru pada kuartal I-2021 yang hanya Rp 1,7 triliun.

Sebanyak 85% kontrak baru pada kuartal pertama berasal dari lini bisnis konstruksi dan energi, sisanya 7% dari lini bisnis properti dan 8% dari lini bisnis lainnya. Berdasarkan tipe pekerjaannya, sebanyak 29% kontrak baru ADHI berasal dari proyek jalan raya, proyek gedung 30%, dan infrastruktur lainnya 41%.

Adhi Karya mengincar pertumbuhan kontrak baru hingga akhir tahun 2022 sekitar 15%-20% dibandingkan tahun 2021 yang telah meraup kontrak baru senilai Rp15,2 triliun atau lebih rendah dari target yang awalnya ditetapkan sebanyak Rp24 triliun.

“Beberapa target kontrak baru yang akan disasar di tahun ini di antaranya adalah Jalan Tol Yogyakarta-Bawen dan Jalan Tol JORR Elevated Cikunir Ulujami,” ucap Farid.

ADHI juga fokus menggarap sejumlah proyek infrastruktur eksisting. Misalnya, proyek Light Rapid Transit (LRT) Jabodebek Fase yang progres pekerjaannya saat ini telah mencapai 90,2%. Ada pula proyek konstruksi Jalan Tol Sigli-Banda Aceh mencapai 81,4% progres pekerjaannya. Kedua proyek tersebut diproyeksikan akan rampung pada tahun 2022.

Baca artikel selanjutnya:

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp