HeadlineINFONews

Adhi Karya Bakal dapat ‘Surat Cinta’ dari Gubernur Pramono, Diminta Bongkar Tiang Monorel

Ultimatum diberikan selama satu bulan, jika tidak dilakukan aan diambil alih Pemprov DKI

Konstruksi Media – Setelah dua dekade menjadi “fosil” transportasi publik yang tak kunjung terwujud, tiang-tiang bekas proyek Monorel Jakarta akhirnya akan menemui akhir sejarahnya. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan ultimatum resmi kepada PT Adhi Karya (Persero) Tbk untuk segera membongkar struktur yang masih berdiri di kawasan Senayan dan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Gubernur Jakarta Pramono Anung menegaskan, Adhi Karya diberi waktu satu bulan untuk melakukan pembongkaran. Bila tenggat tersebut tidak dipenuhi, Pemprov DKI akan mengambil alih pekerjaan itu pada awal tahun depan.

“Kalau dalam satu bulan mereka tidak membongkar, maka DKI yang akan membongkar. Dan kami sudah tetapkan waktunya, yaitu Januari,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta.

‘Surat Cinta’ Segera Dikirim

Keputusan pembongkaran diambil setelah rapat koordinasi bersama sejumlah pihak, termasuk Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Pemprov akan mengirim surat resmi kepada Adhi Karya pada awal pekan depan sebagai tindak lanjut.

“Kemarin sudah kita rapatkan. Dalam waktu paling lama awal minggu depan saya akan menulis surat kepada Adhi Karya, sesuai surat yang disampaikan Kajati Jakarta,” jelasnya.

Jalan Diperlebar, Pedestrian Diperbaiki

Setelah tiang-tiang dibersihkan, Pemprov akan langsung menata ulang area tersebut. Pelebaran jalan dan pembangunan jalur pedestrian akan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas lalu lintas dan kenyamanan pejalan kaki.

Baca juga: Pemprov DKI Bakal Bongkar Tiang Mangkrak Proyek Monorel Jakarta, Begini Kata Adhi Karya

“Kalau Januari nanti DKI membongkar, sekaligus kita buat pelebaran jalan, pedestrian-nya kita bangun. Dan dananya sudah ada, sehingga tahun depan mudah-mudahan Rasuna Said akan menjadi lebih baik,” kata Pramono.

Menurut kajian Dinas Perhubungan DKI, pembongkaran tiang monorel dan pelebaran jalan diprediksi mampu menurunkan tingkat kemacetan di Rasuna Said antara 14–18 persen. Seluruh pekerjaan akan dibiayai melalui APBD DKI Jakarta.

Akhir dari Proyek yang ‘Menggantung’

Proyek monorel Jakarta dimulai pada 2004 namun terhenti pada 2007. Sejak saat itu, tiang-tiang beton proyek mangkrak tersebut menjadi bagian dari lanskap kota selama hampir 20 tahun.

Pramono menilai langkah tegas ini perlu diambil karena persoalan tersebut terlalu lama dibiarkan.

“Ada kolom-kolom monorel yang sampai hari ini tidak ada yang mau menyelesaikan. Bagi saya ini harus diselesaikan. Tidak bisa dibiarkan terus hanya karena tidak mau susah,” tegasnya.

Ia juga menyebut keberadaan tiang-tiang itu merusak estetika kota. Karena itu, pemerintah perlu menentukan pilihan: membersihkan atau memanfaatkannya kembali. Namun arah kebijakan kini jelas—pembongkaran menjadi keputusan akhir.

Setelah bertahun-tahun menjadi simbol proyek transportasi gagal, tiang-tiang monorel Jakarta akhirnya akan dibongkar, menandai babak baru pembenahan wajah ibu kota. (***)

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp
Banner Kiri
Banner Kanan