Konstruksi Media – Danantara Indonesia mengumumkan sebanyak 24 perusahaan internasional berhak mengikuti tender sebagai badan usaha pengembang dan pengelola proyek Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Dari jumlah tersebut, delapan perusahaan telah diungkap ke publik sebagai peserta yang lolos seleksi awal.
Lead of Waste-to-Energy Danantara Indonesia, Fadli Rahman, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan peninjauan menyeluruh terhadap lebih dari 200 perusahaan yang masuk dalam Daftar Penyedia Teknologi (DPT). Setelah melalui proses seleksi ketat, 24 perusahaan dari Tiongkok, Prancis, Jepang, Singapura, dan Hong Kong dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti tender sebagai badan usaha pengembang dan pengelola PSEL.
“Perusahaan-perusahaan yang mengikuti tender WtE kami wajibkan untuk membentuk konsorsium. Adanya konsorsium ini kami harapkan bisa memberikan transfer teknologi dengan perusahaan lokal atau pemda,” ujar Fadli dalam keterangan resmi, Senin (16/2/2026).
Fokus Tahap Pertama: Empat Kota Prioritas
Untuk tahap awal, proyek PSEL difokuskan pada empat kota yang dinilai paling siap secara administratif serta memiliki volume sampah yang mendesak untuk ditangani, yaitu:
- Bali
- Bogor
- Bekasi
- Yogyakarta
Menurut Fadli, proyek PSEL bukan sekadar proyek teknologi, melainkan bagian dari kebijakan publik lintas sektor yang membutuhkan tata kelola kuat sejak hulu.
“Kami juga ingin memastikan bahwa terjadinya tata kelola yang kuat sejak hulu, termasuk proses pemilihan Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) PSEL yang transparan dan berbasis mitigasi risiko,” tegasnya.
Rencananya, pengumuman pemenang tender akan disampaikan pada akhir Februari 2026.
Baca juga: Bidik Proyek Waste to Energy Danantara, SOFA Bentuk Konsorsium dengan Mitra China–Malaysia
8 Perusahaan yang Lolos Tender WTE Danantara
Dari total 24 perusahaan yang lolos seleksi, Danantara baru mengungkap delapan perusahaan yang berhak mengikuti tender. Enam di antaranya berasal dari Tiongkok, sementara dua lainnya dari Prancis dan Jepang.
Berikut daftar delapan perusahaan tersebut:
- Chongqing Sanfeng Environment Group Co., Ltd.
- Wangneng Environment Co., Ltd.
- Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd.
- SUS Environment Holding Limited
- China Conch Venture Holdings Limited
- PT Jinjiang Environment Indonesia
- Veolia Environmental Services Asia Pte Ltd (afiliasi Prancis)
- Mitsubishi Heavy Industries Environmental & Chemical Engineering Co., Ltd.
Kehadiran perusahaan-perusahaan global ini diharapkan dapat menghadirkan teknologi pengolahan sampah modern sekaligus memperkuat transfer pengetahuan kepada mitra lokal.
Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah Nasional
Proyek Waste-to-Energy Danantara menjadi salah satu langkah strategis dalam menjawab persoalan darurat sampah di sejumlah kota besar Indonesia. Dengan pendekatan berbasis teknologi dan kemitraan internasional, pemerintah berharap PSEL mampu mengurangi beban TPA sekaligus menghasilkan energi listrik dari sampah.
Lebih dari sekadar proyek infrastruktur, inisiatif ini juga diproyeksikan menjadi tonggak transformasi pengelolaan sampah nasional menuju sistem yang lebih terintegrasi, berkelanjutan, dan berbasis mitigasi risiko. Pengumuman pemenang tender pada akhir Februari 2026 pun menjadi momentum penting bagi arah kebijakan Waste-to-Energy di Indonesia. (***)




