Konstruksi Media — Selama lima belas tahun perjalanan sejak didirikan pada 14 Januari 2011, The Housing and Urban Development (HUD) Institute hadir sebagai lembaga pemikiran yang konsisten mengawal isu perumahan rakyat di Indonesia.
Lahir tanpa seremoni politik, The HUD Institute berangkat dari kesadaran mendasar bahwa persoalan perumahan bukan semata defisit unit (backlog), melainkan persoalan keadilan sosial dan pemenuhan hak bermukim warga negara.
Berbeda dari pendekatan teknokratis yang menitikberatkan pada target numerik dan capaian fisik, The HUD Institute menempatkan perumahan rakyat sebagai isu multidimensi yang beririsan dengan tata ruang, pertanahan, pembiayaan, teknologi bangunan, serta infrastruktur dasar.
Kerangka Lima Komponen Dasar Hak
Bermukim (KDHB) menjadi fondasi analisis dan advokasi kebijakan, guna memastikan pembangunan perumahan berpijak pada kebutuhan manusia, bukan sekadar logika pasar.
“Di bawah kepemimpinan bapak Zulfi Syarif Koto, The HUD Institute menjaga garis ideologis pemihakan pada kelompok berpenghasilan rendah,” kata Vice President Perum Perumnas, Ari Indrianto, dalam keterangannya, Rabu, (14/01/2026).
Menurut dia, pengalaman kebijakan, termasuk dalam pengembangan hunian vertikal dan program pembiayaan seperti FLPP, mempertegas pandangan bahwa keberhasilan perumahan tidak ditentukan oleh bangunan semata, melainkan oleh keberlanjutan penghunian, pemberdayaan sosial, dan ketahanan komunitas.
Melalui kerja-kerja kajian, advokasi, dan kaderisasi intelektual lewat HUD Academia, The HUD Institute berperan sebagai penjaga makna perumahan rakyat dalam ekosistem kebijakan nasional. Dalam konteks urbanisasi yang semakin kompleks, kehadiran lembaga ini menjadi penyeimbang agar perumahan tetap dipahami sebagai mandat konstitusional, bukan komoditas semata.
“Lima belas tahun adalah bukti ketekunan. Selama hak atas hunian layak belum sepenuhnya terpenuhi, peran The HUD Institute tetap relevan, sunyi dalam kerja, namun penting dalam menjaga arah kebijakan,” tuturnya
Baca Juga :
Mudahkan Milenial, Perum Perumnas Bangun Dua Proyek Hunian, Salah Satunya TOD




