HeadlineNewsPembiayaanPerumahanProperti

117 Debitur Sudah Nikmati KUR Perumahan, Penyaluran Capai Rp267,14 Miliar

Sebanyak 17 bank telah bergabung menyalurkan KUR Perumahan, di antaranya Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, BPD Jabar, dan BPD DIY

Konstruksi Media – Pemerintah terus mendorong pembiayaan sektor perumahan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan. Hingga 4 November 2025, sebanyak 117 debitur telah menerima fasilitas pembiayaan ini dengan total nilai kredit mencapai Rp267,14 miliar.

“Per 4 November 2025 pukul 09.00 WIB, sudah ada 66 debitur dari sisi supply dan 51 debitur dari sisi demand yang telah akad,” ujar Direktur Jenderal Perumahan dan Kawasan Perkotaan, Sri Haryati Kementerian PKP, melalui keterangannya, Senin (11/10/2025).

Berdasarkan data Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), sebanyak 86 debitur telah menerima pencairan dana senilai Rp182,94 miliar. Sementara 31 debitur lainnya tengah dalam proses pencairan dengan nilai total Rp84,2 miliar.

Rincian Penyaluran

  • Sisi supply (developer, kontraktor, pedagang bahan bangunan), 66 debitur dengan penyaluran Rp250,48 miliar
  • Sisi demand (pelaku usaha kecil/masyarakat untuk rumah tempat usaha), 51 debitur dengan total kredit Rp16,66 miliar

Sri menjelaskan bahwa KUR Perumahan merupakan skema kredit baru yang memberikan subsidi bunga hingga 5%, mencakup pembelian tanah, pembangunan, maupun renovasi rumah. Rumah yang dibiayai dapat memiliki fungsi ganda, seperti toko, bengkel, atau usaha kecil lainnya.

“Subsidi bunganya luar biasa, 5%. Ini belum pernah ada. Saat kami sosialisasi ke daerah, seluruh pihak sangat mendukung,” kata Sri.

Baca juga: KUR Perumahan Rp130 Triliun Resmi Diluncurkan, 177 Pengembang REI Sudah Antre

Alokasi dan Dukungan Perbankan

Pemerintah mengalokasikan Rp130 triliun untuk KUR Perumahan, terdiri atas:

  • Rp117 triliun untuk pembiayaan sisi supply
  • Rp13 triliun untuk sisi demand

Sebanyak 17 bank telah bergabung menyalurkan KUR Perumahan, di antaranya Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, BPD Jabar, dan BPD DIY.

Pemerintah juga melakukan sosialisasi masif ke berbagai daerah, asosiasi, kampus, dan lembaga keuangan. Hingga kini, lebih dari 40 kegiatan sosialisasi telah digelar dengan sekitar 30.000 peserta.

Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Program KUR Perumahan ditujukan untuk memperkuat sektor perumahan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Selain membantu pelaku UMKM memperoleh rumah sekaligus tempat usaha, skema ini juga mendorong aktivitas industri konstruksi.

“Satu rumah bisa melibatkan 4–5 tenaga kerja dan memobilisasi sektor bahan bangunan. Dengan semakin banyak pengembang yang membangun, dampaknya pada ekonomi sangat besar,” tutup Sri. (***)

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp
Banner Kiri
Banner Kanan